BERAU POST - Kopi minuman yang paling populer saat ini. Banyak orang menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas harian, baik untuk memulai pagi dengan semangat atau menemani aktivitas kerja.
Aroma khas dan rasa pahit yang unik membuat kopi sulit ditolak, bahkan menjadi bagian dari gaya hidup di kalangan masyarakat urban dan profesional.
Di Berau maupun kota-kota lainnya, kedai kopi menjamur dan budaya ngopi menjadi ajang bersosialisasi yang akrab.
Namun, di balik kenikmatan dan manfaatnya sebagai stimulan alami, kopi juga menyimpan sejumlah dampak negatif jika dikonsumsi terlalu sering atau berlebihan.
Salah satu dampak yang sering diabaikan adalah pengaruhnya terhadap kesehatan gigi.
Seringkali, orang fokus pada dampak kopi terhadap lambung atau tekanan darah, tetapi jarang menyadari bahwa gigi pun bisa terkena imbas dari kebiasaan ini.
Dokter Gigi spesialis Prostodonsia sekaligus owner Praktek Dokter Gigi Spesialis (Dentsmart Dental Care Specialist), drg. Rustan Ambo Asse Sp.Pros menerangkan kandungan asam, tanin, dan sifat pewarna alami dalam kopi menjadi kombinasi yang dapat memengaruhi warna, kekuatan, bahkan kebersihan mulut secara keseluruhan.
Maka, memahami efek samping dari sering meminum kopi bagi kesehatan gigi sangat penting, agar kita bisa tetap menjaga senyum tetap cerah dan gigi sehat tanpa harus sepenuhnya meninggalkan kebiasaan minum kopi.
Berikut adalah beberapa efek samping kopi terhadap kesehatan gigi yang perlu diwaspadai:
1. Menyebabkan Gigi Menguning
Salah satu efek paling terlihat dari konsumsi kopi adalah perubahan warna. Kopi mengandung tanin, sejenis senyawa polifenol yang bisa menyebabkan noda pada enamel gigi.
Tanin ini mudah menempel pada permukaan gigi dan perlahan-lahan membuat gigi tampak kusam atau menguning.
"Jika kebiasaan ini terus berlanjut tanpa diimbangi dengan perawatan yang baik, maka warna gigi bisa berubah menjadi kecokelatan, bahkan keabu-abuan, yang sulit dihilangkan tanpa bantuan dokter gigi. Maka sebaiknya setelah minum kopi, kumur-kumur menggunakan air putih selama 30 detik," jelasnya, saat dihubungi Berau Post, Rabu (23/7).
2. Erosi Enamel Gigi
Kopi bersifat asam. Ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan sering, keasaman kopi dapat mengikis lapisan enamel gigi secara bertahap.
Enamel adalah lapisan pelindung terluar dari gigi yang berfungsi untuk menjaga gigi tetap kuat dan melindungi dari kerusakan.
"Jadi kalau enamel kita rusak, maka gigi akan menjadi lebih sensitif terhadap suhu panas atau dingin, dan lebih rentan terhadap kerusakan seperti gigi berlubang," kata dia,
3. Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang
Meskipun kopi hitam tanpa gula tidak secara langsung menyebabkan gigi berlubang, tetapi kini banyak orang menambahkan gula, susu, atau krimer ke dalam kopi.
Terlebih, saat ini sangat marak adanya coffee shop, sehingga masyarakat seringkali mengonsumsi kopi susu manis.
Penambahan tersebut memperbesar risiko terbentuknya plak dan asam dari bakteri mulut yang memakan gula.
Plak yang menumpuk dan tidak dibersihkan secara rutin bisa menyebabkan gigi berlubang dan gangguan lain seperti radang gusi.
4. Menyebabkan Bau Mulut
Kopi juga dapat menyebabkan mulut menjadi kering karena mengurangi produksi air liur.
Padahal, air liur berfungsi penting untuk membersihkan sisa makanan dan menjaga keseimbangan asam di dalam mulut.
"Ketika mulut kering, bakteri lebih mudah berkembang dan menyebabkan bau mulut. Selain itu, aroma kuat dari kopi itu sendiri juga bisa meninggalkan bau yang kurang sedap jika tidak segera disikat atau dibilas, atau di kumur," jelasnya.
5. Meningkatkan Risiko Pembentukan Karang Gigi
Kebiasaan meminum kopi, terutama yang manis atau diminum sepanjang hari tanpa membilas mulut, bisa mendorong penumpukan plak.
Plak yang menumpuk dan tidak dibersihkan dengan baik akan mengeras menjadi karang gigi.
Karang gigi inilah yang kemudian menyebabkan gusi meradang, berdarah, atau bahkan penyakit periodontal jika dibiarkan terlalu lama.
Kopi memang memberikan banyak manfaat bagi tubuh dan pikiran, tapi bukan berarti bebas dari risiko, terutama bagi kesehatan gigi.
Warna, kekuatan, dan kebersihan gigi bisa terpengaruh jika konsumsi kopi tidak diimbangi dengan perawatan yang baik.
Oleh sebab itu, kesadaran akan efek samping kopi terhadap gigi perlu ditingkatkan, agar kita bisa tetap menikmati kopi favorit tanpa mengorbankan senyum sehat dan menawan.
Dan jangan lupa untuk rutin cek kondisi gigi ke dokter minimal setiap enam bulan sekali. (nad/smi)
Editor : Nurismi