Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Dari Selera Lokal Hingga Efisiensi: Yuk Intip Strategi Coffee Shop Berau Meracik Kopi

Beraupost • Kamis, 24 Juli 2025 | 14:00 WIB

Manager Ada Kopi (Speciality Coffee Indonesia and Roastery), Bagus Yuban Muzamil saat diwawancarai Berau Post, Tanjung Redeb, Rabu (23/7), (NADYA ZAHIRA/BERAU POST)
Manager Ada Kopi (Speciality Coffee Indonesia and Roastery), Bagus Yuban Muzamil saat diwawancarai Berau Post, Tanjung Redeb, Rabu (23/7), (NADYA ZAHIRA/BERAU POST)

BERAU POST - Budaya minum kopi semakin mengakar di berbagai daerah di Indonesia, tak tekecuali Kabupaten Berau, Kaltim.

Meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi tidak lepas dari pertumbuhan coffee shop lokal yang kian menjamur,  menawarkan beragam varian kopi dengan citarasa khas.

Di tengah geliat industri ini, ada satu tren menarik yang bisa diamati di banyak kedai kopi di Berau, penggunaan biji kopi campuran antara arabica dan robusta.

Perpaduan antara arabica dan robusta bukan sekadar mencampur. Para barista dan pemilik coffee shop, meracik dua jenis biji kopi ini bertujuan menciptakan rasa yang seimbang antara keasaman dan kekuatan tubuh (body) kopi.

Manager Ada Kopi (Speciality Coffee Indonesia and Roastery), Bagus Yuban Muzamil menerangkan biji kopi arabica dikenal dengan aroma yang harum dan rasa yang lembut serta asam yang tinggi.

Sementara Robusta memberikan kekuatan rasa yang lebih kuat, pahit, dan memiliki kadar kafein yang lebih tinggi.

"Campuran dari keduanya mampu menghadirkan profil rasa yang tidak hanya kompleks, tapi juga memuaskan lidah berbagai kalangan konsumen, baik pencinta kopi pemula maupun pecinta kopi sejati," ungkapnya.

"Sebagian besar coffee shop di Berau yang membeli biji kopinya di kami, mereka menggunakan biji kopi campuran antara arabica dan robusta, yang mana perbandingannya 50:50," tambah Bagus kepada Berau Post, saat ditemui di Ada Kopi (Speciality Coffee Indonesia and Roastery), Tanjung Redeb, Rabu (23/7).

Berikut ini beberapa alasan utama mengapa banyak coffee shop di Berau memilih menggunakan campuran biji Arabica dan Robusta:

1. Menyesuaikan Lidah Konsumen Lokal

Selera masyarakat Berau terhadap kopi cenderung menginginkan rasa yang kuat namun tetap nyaman diminum.

Kopi murni Arabica kerap dianggap terlalu asam bagi sebagian orang, sementara kopi Robusta murni bisa terasa terlalu pahit. 

"Maka dengan mencampurkan keduanya, barista dapat menghasilkan cita rasa yang lebih seimbang dan diterima oleh banyak kalangan, termasuk mereka yang baru mulai menikmati kopi," ungkap Bagus.

2. Menghadirkan Cita Rasa yang Khas dan Berbeda

Dengan mencampurkan Arabica dan Robusta, coffee shop memiliki kesempatan untuk menciptakan signature blend atau racikan khas mereka sendiri.

Hal ini menjadi nilai tambah karena setiap kedai bisa menawarkan kopi yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.

"Campuran ini juga memungkinkan eksplorasi rasa yang unik, tergantung pada proporsi dan asal biji kopi yang digunakan. Intinya kalau yang digunakan biji kopi yang masih fresh, dalam artian belum lebih dari enam bulan, pasti rasa kopinya enak walaupun ada percampuran antara Arabica dan Robusta," kata dia.

3. Efisiensi Biaya Produksi

Biji kopi Arabica umumnya lebih mahal dibandingkan Robusta karena proses penanamannya yang lebih sulit dan memerlukan kondisi geografis tertentu.

Dengan mencampur Arabica dan Robusta, coffee shop dapat menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas rasa secara signifikan.

"Hal ini membuat harga kopi yang ditawarkan tetap kompetitif, tanpa mengurangi kenikmatan yang diberikan kepada pelanggan," jelasnya.

4. Ketersediaan Bahan Baku Lokal

Beberapa daerah di Kaltim, termasuk wilayah-wilayah sekitar Berau, mulai mengembangkan perkebunan kopi, terutama Robusta.

Bagus mengatakan dengan adanya pasokan Robusta lokal yang melimpah, para pelaku usaha kopi bisa dengan mudah memadukannya dengan Arabica dari luar daerah.

"Ini tentunya juga dapat mendukung semangat penggunaan bahan lokal sekaligus menekan biaya logistik," imbuhnya.

5. Daya Tarik dalam Proses Penyeduhan Manual

Campuran kopi arabica dan robusta sering digunakan dalam metode seduh manual seperti V60, French Press, maupun tubruk.

Rasa yang dihasilkan lebih bervariasi dan kompleks dibandingkan menggunakan satu jenis kopi saja.

Dengan begitu, tentunya dapat menambah daya tarik dari sajian kopi di coffee shop, terutama bagi penikmat kopi yang menyukai eksplorasi rasa.

6. Memberikan Sensasi Kafein yang Lebih Kuat

Seperti yang diketahui, biji kopi robusta mengandung kafein lebih tinggi, sehingga jika di campurkan dengan arabica maka akan cocok bagi konsumen yang membutuhkan dorongan energi lebih, seperti pekerja, mahasiswa, atau traveler.

"Kombinasi ini memberikan efek stimulan yang lebih terasa dibandingkan kopi murni Arabica, namun tetap bisa dinikmati dengan nyaman berkat kehalusan rasa dari Arabica," tandasnya.

Penggunaan biji kopi campuran arabica dan robusta oleh coffee shop di Berau merupakan strategi cerdas yang mempertimbangkan aspek rasa, efisiensi, dan adaptasi terhadap selera lokal.

Ini menunjukkan bahwa perkembangan dunia kopi di Berau tidak hanya soal mengikuti tren, tetapi juga tentang bagaimana para pelaku industri mampu membaca kebutuhan pasar dan menciptakan pengalaman minum kopi yang menyenangkan dan berkesan.

Dengan kreativitas dan pemahaman akan karakter biji kopi, kedai-kedai kopi di Berau semakin menunjukkan identitasnya sebagai bagian dari peta budaya kopi nasional. (nad/smi) 

Editor : Nurismi
#arabika #berau #robusta #kaltim #racikan kopi