BERAU POST - Tas anyaman manik Dayak Berau salah satu produk kerajinan tangan khas Kalimantan Timur, yang memiliki nilai budaya tinggi dan keindahan estetika yang memikat.
Dibuat oleh masyarakat suku Dayak di Kabupaten Berau, tas ini tak hanya berfungsi sebagai wadah barang, tetapi juga menjadi simbol warisan budaya yang kaya dan unik.
Selain itu, tas anyaman manik ini bukan sekadar benda fungsional, tetapi juga simbol identitas budaya suku Dayak di Berau.
Setiap motif dan pola yang dihasilkan menggambarkan filosofi dan nilai-nilai hidup masyarakat Dayak, seperti hubungan manusia dengan alam, kekuatan leluhur, dan simbol perlindungan.
Membawa pulang tas ini sama dengan membawa sebagian dari kekayaan budaya Kalimantan. Dengan begitu, popularitasnya semakin meningkat di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Lantas apa saja ciri khas yang dimiliki tas anyaman dayak Berau ini? Simak ulasan dari Berau Post berikut ini:
1. Terbuat dari Bahan Alami Ramah Lingkungan
Pemilik Toko Basinang Oleh-Oleh Berau, Hawa Madama menyebutkan, salah satu daya tarik utama tas anyaman manik Dayak Berau adalah bahan dasarnya.
Di mana, tas ini terbuat dari rotan, daun pandan, atau bambu pilihan yang diambil langsung dari alam sekitar.
"Apalagi proses pengolahannya dilakukan secara tradisional, tanpa campuran bahan kimia, sehingga sangat ramah lingkungan. Inilah yang menjadikan tas ini cocok bagi pecinta produk sustainable dan eco-friendly," kata Hawa kepada Berau Post, saat ditemui di Toko Basinang OLeh-Oleh Berau, Kamis (17/7).
2. Motif Khas Dayak yang Sarat Makna
Tas ini dihiasi dengan motif-motif khas Dayak yang tidak sekadar ornamen, tetapi mengandung filosofi dan nilai-nilai spiritual.
Beberapa motif populer antara lain yaitu, motif Aso (naga Dayak), simbol kekuatan dan penjagaan. Kemudian, motif tumbuhan hutan, yang melambangkan keharmonisan dengan alam.
"Lalu ada juga motif geometris khas Dayak, yang menonjolkan estetika suku yang kuat dan identitas budaya lokal. Motif-motif ini dibuat dengan sangat teliti dan presisi, mencerminkan keahlian para pengrajin Dayak yang diwariskan secara turun-temurun," jelasnya.
3. Warna Cerah dan Kontras
Manik-manik yang digunakan umumnya memiliki warna-warna terang seperti merah, kuning, biru, hijau, dan putih.
Warna-warna ini dikombinasikan dengan kontras yang cermat, menghasilkan pola yang mencolok dan memikat mata.
"Kombinasi warna tersebut tidak sembarangan, melainkan mengikuti pola adat yang diwariskan secara turun-temurun," kata Hawa.
4. Dikerjakan Secara Handmade dengan Detail Tinggi
Setiap tas dikerjakan secara manual oleh pengrajin perempuan Dayak Berau yang terampil.
Hawa mengatakan bahwa proses pembuatannya memakan waktu cukup lama karena membutuhkan ketelitian tinggi.
Terutama saat menyusun manik-manik agar pola tetap simetris dan rapi. Inilah yang menjadikan setiap tas sebagai karya unik dan eksklusif.
5. Ukuran dan Model Variatif
Tas anyaman manik ini hadir dalam berbagai ukuran dan bentuk, mulai dari tas kecil untuk pesta, tas selempang, hingga tas jinjing besar yang cocok untuk aktivitas sehari-har
Meskipun berbahan tradisional, namun modelnya sudah disesuaikan dengan selera modern tanpa menghilangkan unsur budaya.
6. Simbol Identitas Budaya Dayak
Tas ini tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya masyarakat Dayak Berau.
Menurut Hawa, penggunaan tas ini sering kali menunjukkan kebanggaan terhadap budaya lokal, serta menjadi media pelestarian tradisi di tengah arus modernisasi.
"Tak heran, kalau tas anyaman Dayak Berau ini semakin digemari oleh wisatawan. Jadi mereka yang berkunjung atau berlibur ke Berau, pasti cari oleh-olehnya salah satunya tas ini," jelasnya.
7. Ramah Lingkungan dan Bernilai Etis
Tas rotan manik Dayak Berau ini sangat ramah lingkungan dan bernilai etis karena dibuat dari bahan alam dan diproses tanpa mesin.
Selain itu, Hawa menilai, pembeliannya turut mendukung ekonomi kreatif masyarakat adat, terutama pemberdayaan perempuan Dayak di Berau.
"Jadi memang mayoritas pengrajin tasnya itu dati perepmuan Dayak yang tinggal di Berau, maka dengan membeli tas anyaman manik ini, kita turut serta membantu dan mendukung ekonomi kreatif mereka," pungkasnya.
Tas anyaman manik Dayak Berau adalah perpaduan antara seni, budaya, dan keterampilan tangan.
Ciri khas utamanya terletak pada anyaman rotan alami, hiasan manik-manik etnik yang berwarna-warni, serta motif-motif adat yang bermakna.
Karena keunikannya, tas ini menjadi salah satu kerajinan yang banyak digemari sebagai oleh-oleh, koleksi budaya, maupun pelengkap fashion etnik modern.
Memiliki tas ini berarti bukan hanya membawa pulang benda cantik, tetapi juga ikut melestarikan kekayaan budaya Nusantara yang sangat berharga. (jpg/smi)
Editor : Nurismi