Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sulam Alis: Manfaat Cantik Instan dan Risiko Kesehatan yang Wajib Diketahui

Beraupost • Minggu, 20 Juli 2025 | 15:10 WIB

dr. Wilianto, M.Biomed (AAM) membahas efek sulam alis menurut ilmu kedokteran. (DOK PRIBADI)
dr. Wilianto, M.Biomed (AAM) membahas efek sulam alis menurut ilmu kedokteran. (DOK PRIBADI)

BERAU POST - Sulam alis kini menjadi salah satu tren kecantikan yang sangat diminati oleh kaum perempuan, termasuk di wilayah Kabupaten Berau.

Pasalnya, berkat sulam bentuk alis menjadi sempurna tanpa harus repot menggambar setiap hari.

Dengan teknik semi-permanen ini, banyak wanita merasa lebih percaya diri dan hemat waktu saat berdandan.

Sulam alis juga dianggap solusi bagi mereka yang memiliki alis tipis, bentuk tidak simetris, atau mengalami kerontokan akibat faktor usia dan hormon.

Namun, di balik hasil akhirnya yang tampak memukau dan tahan lama, tidak sedikit orang yang belum mengetahui bahwa sulam alis sebenarnya memiliki sejumlah risiko dan efek samping.

Pemilik klinik kecantikan Everwill Berau, dr. Wilianto, M.Biomed (AAM) menilai, banyak orang terlalu fokus pada hasil instan yang ditawarkan.

Tanpa menyadari bahwa prosedur ini tetap melibatkan tindakan menusukkan jarum ke lapisan kulit dan penggunaan pigmen khusus.

Jika tidak dilakukan dengan standar kesehatan dan kebersihan yang tepat, dapat menimbulkan masalah kulit serius.

"Sebelum memutuskan untuk melakukan sulam alis, maka Anda penting untuk memahami bahwa setiap prosedur kecantikan, termasuk sulam alis, memiliki potensi risiko. Dengan mengetahui efek sampingnya sejak awal, tentunya customer dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan meminimalkan kemungkinan terjadinya komplikasi," kata dia saat dihubungi Berau Post beberapa waktu lalu.

Berikut beberapa efek samping sulam alis yang perlu diperhatikan, menurut dr.Wilianto yang dihimpun Berau Post:

1. Iritasi dan Kemerahan pada Kulit

Setelah proses sulam selesai, kulit di area alis biasanya akan mengalami kemerahan dan iritasi ringan.

Hal ini reaksi normal yang kerap terjadi, karena kulit baru saja ditusuk dengan jarum halus.

Namun, jika iritasi berlangsung lebih dari tiga hari atau disertai rasa perih dan gatal berlebihan, sebaiknya segera konsultasikan dengan ahli atau dokter kecantikan.

2. Infeksi

Infeksi bisa terjadi jika alat yang digunakan tidak steril, atau jika proses penyembuhan tidak dijaga dengan baik.

Dr.Wilianto mengatakan, tanda-tanda infeksi antara lain seperti pembengkakan, nanah, demam, atau rasa nyeri yang terus memburuk.

"Apalagi kalau Infeksi serius itu bisa meninggalkan bekas luka permanen jika tidak segera ditangani, maka kalau infeksi setelah sulam alis, segera konsultasi ke dokter, biasanya kalau tempat sulamnya abal-abal itu rentan terkena infeksi," jelasnya.

3. Reaksi Alergi terhadap Pigmen

Pigmen atau tinta yang digunakan dalam sulam alis dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang.

Gejalanya bisa berupa gatal, ruam, bengkak, hingga muncul benjolan kecil di sekitar alis.

Reaksi alergi biasanya terjadi karena sensitivitas kulit terhadap zat kimia tertentu dalam tinta, seperti logam berat atau bahan pewarna sintetis.

"Maka sebelum sulam alis itu wajib tanya ke therapist nya, tinta yang digunakan berbahan tatto atau dari herbal, karena baiknya sulam alis itu menggunakan tinta herbal untuk menjaga kesehatan alis," kata dia.

4. Hasil yang Tidak Sesuai Harapan

Meski sudah memilih bentuk alis yang diinginkan, hasil sulam tidak selalu sempurna. Bentuk bisa saja terlihat tidak simetris, warna terlalu gelap, atau garis terlalu tebal.

Perbaikan pada sulam alis memang bisa dilakukan, namun tentu membutuhkan waktu, biaya tambahan, dan bisa memperparah iritasi kulit.

"Jadi pastikan untuk memilih sulam alis yang tempatnya legal, sudah terpercaya, sehingga hasil sulam alisnya bisa sesuai kenginan kita. Dengan begitu kan tidak perlu melakukan perbaikan pada sulam alis yang rentan bisa terjadinya iritasi kulit pada area alis," terangnya.

5. Risiko Jangka Panjang pada Kesehatan Kulit

Penggunaan jarum dan tinta dalam sulam alis yang dilakukan secara berulang bisa merusak lapisan kulit dan menyebabkan jaringan parut. 

Selain itu, ia bilang, ada kemungkinan terbentuknya granuloma (benjolan kecil akibat respons imun) atau keloid pada individu yang memiliki riwayat kulit sensitif atau luka yang sulit sembuh.

6. Proses Penghapusan Sulam Alis Tidak Mudah

Jika kamu merasa tidak puas dengan hasil sulam, menghapusnya bukanlah hal yang mudah.

dr.Wilianto bilang, proses penghapusan biasanya memerlukan teknologi laser yang mahal, menyakitkan, dan tidak menjamin kulit bisa kembali seperti semula.

"Dalam beberapa kasus, bekas hitam atau noda tetap terlihat meski telah dilakukan penghapusan berkali-kali, maka ini juga merupakan efek samping dari penggunaan sulam alis," pungkasnya.

Sulam alis memang memberikan kemudahan dan hasil instan dalam mempercantik penampilan. Namun, keputusan untuk melakukannya sebaiknya tidak diambil dengan tergesa-gesa.

Pastikan kamu memilih tempat sulam yang berlisensi resmi, menggunakan alat steril, dan dikerjakan oleh profesional berpengalaman.

Yang tak kalah penting, pahami sepenuhnya potensi efek sampingnya agar kamu siap secara fisik dan mental jika terjadi reaksi tertentu.

Dengan informasi yang cukup, kamu bisa tampil cantik dengan cara yang aman dan bertanggung jawab. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#efek samping #sulam alis