BERAU POST - Batik eco print merupakan jenis batik yang dibuat dengan teknik pencetakan alami dari daun, bunga, dan bagian tumbuhan lain yang menghasilkan motif artistik dan unik.
Batik eco print mulai dikenal di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sekitar tahun 2018–2019.
Inovasi ini muncul dari semangat para pengrajin lokal dan komunitas kreatif di Berau yang ingin mengangkat kearifan lokal melalui metode ramah lingkungan.
Pemerintah daerah, khususnya lewat program pemberdayaan UMKM dan pelatihan keterampilan perempuan, turut mendorong pengembangan batik ramah lingkungan ini.
Beberapa pelatihan eco print diselenggarakan untuk memperkenalkan teknik pewarnaan alami dari tumbuhan yang banyak tumbuh di sekitar Berau, seperti daun jati, daun jarak, ketapang, dan bunga-bunga liar hutan tropis.
Toko Rumah Batik Berau juga ikut untuk mulai menjualkan produk batik eco print sejak tahun 2022.
Tak hanya itu, Rumah batik Berau juga membuat pelatihan cara untuk membuat batik eco print.
Namun, dalam pemeliharaannya, batik eco print lebih rumit dibandingkan dengan batik tulis ataupun cap.
Berikut sejumlah tips untuk merawat batik eco print agar tahan lama dan awet yang dirangkum Berau Post:
1. Cuci dengan Tangan dan Air Dingin
Batik eco print sebaiknya dicuci dengan tangan menggunakan air dingin. Pemilik Rumah Batik Berau, Roly Elvanali menyampaikan agar batik eco print warnanya tahan lama, maka harus mengindari merendam terlalu lama karena air bisa melarutkan warna alami dari tumbuhan.
"Jadi kalau cuci batik eco print cukup rendam selama 5–10 menit sebelum dicuci ringan," jelas Roly saat ditemui Berau post, di Rumah Batik Berau, Tanjung Redeb, Rabu (16/7).
2. Gunakan Sabun yang Lembut dan Ramah Lingkungan
Hindari detergen kimia keras atau pemutih. Roly menyarankan untuk menggunakan sabun khusus kain halus atau sabun cuci alami seperti sabun lerak yang ramah lingkungan dan tidak merusak pigmen warna alami pada batik eco print.
"Sebaiknya menggunakan sabun khusus kain ya, yang lembut, atau sabun deterjen yang cair. Jangan gunakan deterjen bubuk yang teksturnya kasar," kata dia.
3. Jangan Disikat atau Dikucek Keras
Batik eco print memiliki motif yang lembut dan mudah pudar jika digosok terlalu keras. Untuk itu, sebaiknya dalam membersihkan noda, dilakukan dengan cara menepuk-nepuk lembut atau menggunakan kain halus yang dibasahi air sabun.
4. Keringkan di Tempat Teduh
Roly mengatakan bahwa dalam merawat batik eco print agar tahan lama dan awet juga harus menghindari menjemur langsung di bawah sinar matahari karena bisa membuat warna cepat memudar.
"Maka cukup angin-anginkan di tempat teduh dan terbuka saja, jangan langsung di bawah sinar matahari karena nanti warnanya akan cepat pudar," imbuhnya.
5. Setrika dengan Suhu Rendah
Jika ingin menyetrika, gunakan suhu rendah dan balik kain agar bagian bermotif tidak terkena panas langsung. Roly bilang, sebaiknya gunakan kain pelapis di atas batik eco print saat menyetrika agar lebih aman.
6. Simpan di Tempat Kering dan Sejuk
Simpan batik eco print di tempat kering agar tidak lembap dan berjamur. Dengan menggunakan kantong kain atau kertas (bukan plastik) untuk menyimpan agar kain pada batik eco print tersebut bisa tetap bernapas.
7. Hindari Penggunaan Parfum atau Pewangi Pakaian Langsung
Zat kimia dari parfum atau pewangi bisa merusak warna alami dari eco print. Roly menyarankan, jika ingin memberikan aroma, gunakan kantong aroma alami seperti lavender kering di lemari penyimpanan.
"Jadi jangan sering menyemprotkan parfum ke batik eco print, karena itu bisa merubah warna asli dari eco print nya itu sendiri. Karena kan dalam pembuatan batik eco print itu kami pakai warna alami dari daun, atau batang, jadi warnanya tidak sekuat menggunakan pewarna batik dari zat kimia," tandasnya.
Dengan perawatan yang tepat, batik eco print tidak hanya akan bertahan lama, tapi juga tetap indah dan alami seperti pertama kali dipakai.
Merawat batik eco print adalah bentuk penghargaan terhadap seni ramah lingkungan yang kaya nilai estetika dan budaya. (jpg/smi)
Editor : Nurismi