BERAU POST - Jerawat pada wajah menjadi salah satu faktor membuat seseorang tidak percaya diri saat keluar rumah.
Salah satu jenis jerawat yang paling sakit dan sulit disembuhkan yaitu jerawat batu atau cystic acne.
Berbeda dari jerawat biasa, jerawat batu terbentuk jauh di dalam kulit dan seringkali berukuran besar, merah, dan berisi nanah.
Kondisi ini tidak hanya menyebabkan rasa sakit fisik, tetapi juga dapat menimbulkan bekas luka permanen misalnya bopeng pada wajah, serta dampak psikologis seperti kurang percaya diri.
Pemilik klinik kecantikan Everwill Berau, dr. Wilianto, M.Biomed (AAM) menjelaskan bahwa jerawat batu merupakan peradangan kulit akibat tersumbatnya pori-pori oleh minyak atau sebum, sel kulit mati, dan bakteri.
Peradangan ini terjadi jauh di bawah permukaan kulit dan dapat membentuk benjolan besar yang nyeri saat disentuh.
Simak ulasana penyebab utama jerawat batu menurut dr.Wilianto yang dihimpun Berau Post.
1. Hormon yang Tidak Seimbang (Hormon Androgen)
Hormon androgen dapat merangsang produksi sebum atau minyak alami kulit secara berlebihan.
Biasanya, hal Ini sering terjadi pada masa pubertas, menstruasi, kehamilan, sindrom ovarium polikistik (PCOS), hingga stress tinggi.
"Ketidakseimbangan hormon tentu dapat menyebabkan kelenjar minyak memproduksi sebum berlebih, yang memicu penyumbatan pori dan peradangan. Tapi dari hormon itu sendiri ada yang bisa dirubah dan tidak bisa dirubah," kata dr.Wilianto saat ditemui Berau Post, di Klinik Kecantikan Everwill, Berau, Kamis (10/7)
2. Penumpukan Sel Kulit Mati.
Penyebab selanjutnya yaitu akibat penumpukan sel kulit mati. Kulit secara alami memperbarui dirinya dan melepaskan sel-sel mati.
Namun, jika tidak dibersihkan dengan baik, sel-sel mati dapat menumpuk di pori-pori dan menyumbatnya, sehingga menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri penyebab jerawat.
"Maka dari itu, kunci utama agar kita tidak jerawatan, harus selalu berish. Mulai dari rajin membersihkan tangan dan wajah," kata dia.
3. Infeksi Bakteri (Propionibacterium acnes)
Bakteri ini hidup di kulit dan berkembang dalam pori-pori yang tersumbat. Saat bakteri berkembang biak, tubuh merespons dengan reaksi peradangan, yang menyebabkan jerawat batu menjadi merah, membengkak, dan bernanah.
"Maka saat sedang mengalami jerawat tanah, sebisa mungkin jangan dipencet dengan tangan, apalagi tangannya tidak bersih, karena nantinya infeksi bakterinya akan lebih parah," jelasnya.
Pasalnya, menyentuh wajah dengan tangan kotor atau memencet jerawat dapat memperparah peradangan, menyebarkan bakteri, dan memperbesar risiko terbentuknya jerawat batu serta bekas luka permanen.
4. Penggunaan Produk Skincare atau Makeup yang Tidak Tepat
Produk yang bersifat komedogenik (menyumbat pori) dapat memperparah jerawat.
Memakaian makeup tebal atau tidak membersihkan wajah secara tuntas juga dapat menyebabkan jerawat batu.
Untuk itu, menurutnya setiap orang harus mengenali dirinya sendiri supaya mengetahui apa yang cocok dan tidak cocok, serta rajin melakukan double cleanser setelah menggunakan makeup.
5. Stres Berkepanjangan
Stres memengaruhi kadar hormon tubuh meningkat, hormon kortisol akan naik dan dapat memicu produksi sebum berlebih serta inflamasi, yang berujung pada jerawat batu.
6. Pola Makan Tidak Sehat
Mengonsumsi makanan tinggi gula, produk susu, makanan olahan, dan makanan berminyak dapat memperburuk kondisi jerawat batu pada sebagian orang. Makanan ini dapat meningkatkan peradangan dan produksi sebum.
"Maka dari itu, yang harus diperhatikan bukan hanya di luarnya saja, melainkan juga harus memperhatikan pola asupan makanan. Hindari makanan manis kalau ingin jerawatnya cepat hilang," tandasnya.
Itulah sejumlah fakto yang menyebabkan jerawat batu tumbuh pada kulit wajah.
Maka, jika jerawat batu tidak ditangani dengan benar, bisa menyebabkan jaringan parut permanen. Oleh dari itu, pencegahan dan perawatan sejak dini sangat disarankan. (nad/smi)
Editor : Nurismi