BERAU POST - Dewasa ini banyak orang yang tergoda menggunakan produk perawatan kulit yang menjanjikan hasil instan seperti kulit lebih putih, bersih, dan bebas jerawat.
Namun, tidak semua produk tersebut aman. Salah satu bahan berbahaya yang masih ditemukan dalam beberapa skincare ilegal hingga saat ini adalah merkuri (Hg), logam berat yang sangat beracun.
Seperti yang kita ketahui, merkuri sering digunakan dalam krim pemutih wajah karena sifatnya yang mampu menghambat produksi melanin.
Sayangnya, efek samping dari penggunaan jangka panjang bisa sangat berbahaya, baik untuk kulit maupun kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Apa Itu Merkuri dan Mengapa Digunakan dalam Skincare?
Pemilik klinik kecantikan Everwill Berau, dr. Wilianto, M.Biomed (AAM) menjelaskan bahwa merkuri adalah logam berat yang bersifat toksik dan dapat ditemukan dalam bentuk cair (seperti dalam termometer) maupun senyawa garam merkuri dalam bentuk krim.
Dalam dunia kecantikan, senyawa merkuri seperti merkuri klorida (HgCl₂) dan ammoniated mercury digunakan sebagai bahan aktif untuk mencerahkan kulit.
"Bahan merkuri ini bekerja dengan menghambat enzim tirosinase, yang berperan dalam produksi melanin (zat pewarna kulit). Sehingga hasilnya adalah kulit tampak lebih cerah dalam waktu singkat. Inilah yang membuat banyak orang tergoda, meskipun bahaya tersembunyi mengintai di baliknya," kata dr.Wilianto kepada Berau Post, saat ditemui di Everwill Clinic Berau, Kamis (10/7).
Untuk itu, dr.Wilianto menyebutkan efek samping yang akan dirasakan jika menggunakan merkuri dalam jangka pendek hingga panjang sebagai berikut:
1. Efek Jangka Pendek (dalam hitungan hari atau minggu)
Dalam jangka panjang, penggunaan skincare yang mengandung merkuri akan membuat kulit menjadi putih pucat secara tidak wajar dan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Selain itu, dr.Wilianto mengatakan bahwa gatal, ruam, dan iritasi juga akan dirasakan dalam jangka pendek.
"Tapi memang dalam waktu dekat itu penggunaan merkuri akan membuat wajah tampak glowing namun palsu karena lapisan pelindung kulit rusak, dan pori-pori mengecil secara tidak alami. Meskipun awalnya tampak efektif, ini sebenarnya adalah tanda-tanda bahwa kulit sedang mengalami kerusakan serius," jelasnya.
2. Efek Jangka Menengah (setelah penggunaan beberapa bulan)
Sedangkan untuk penggunaan skincare yang mengandung merkuri dalam jangka menengah yakni, kulit akan menipis dan mudah terluka.
Kemudian, dr.Wilianto bilang kulit di wajah juga akan timbul bercak hitam atau kemerahan, jerawat batu parah jika berhenti penggunaan akibat efek ketergantungan.
Penggunaan jangka menengah juga dapat memicu perubahan warna kulit permanen akibat kerusakan sel pigmen kulit.
"Nantinya kulit juga akan menjadi sangat sensitif bahkan terhadap produk yang sebelumnya aman. Lalu lama-lama akan muncul flek hitam membandel yang sulit hilang, hanya bisa hilang menggunakan treatment laser itu pun prosesnya memakan waktu yang cukup lama." terangnya.
3. Efek Jangka Panjang (penggunaan berbulan-bulan hingga bertahun)
Sementara untuk efek penggunaan skincare yang mengandung merkuri dalam jangka waktu panjang yakni, akan menimbulkan kerusakan pada ginjal (nefrotoksik), kerusakan sistem saraf (neurotoksik), hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.
"Bahkan yang lebih parahnya lagi, efeknya itu bisa mengakibatkan kemandulan pada wanita maupun pria, risiko kanker kulit meningkat, kemudian merkuri juga dapat menumpuk dalam tubuh (bioakumulasi) dan diwariskan ke janin bagi wanita hamil," kata dr.Wilianto
Ia menjelaskan hal tersebut bisa terjadi karena merkuri yang masuk ke tubuh bisa terbawa oleh aliran darah dan berdampak pada organ vital.
Dalam beberapa kasus parah, paparan merkuri yang tinggi dapat menyebabkan kematian.
Itulah sejumlah efek samping jika menggunakan merkuri. Penggunaan skincare seharusnya memberi manfaat yang baik dalam jangka panjang, bukan kerusakan permanen.
Produk dengan kandungan merkuri memang bisa memberi hasil instan, tapi dibalik itu tersimpan banyak risiko serius bagi kulit, kesehatan tubuh, bahkan jiwa.
Selalu bijak dalam memilih produk perawatan kulit. Jangan mudah tergoda dengan hasil cepat.
Cek label produk, pastikan terdaftar di BPOM, dan konsultasikan dengan tenaga medis sebelum menggunakan krim yang belum jelas asal-usulnya. Ingat, kulit sehat itu proses, bukan hasil instan. (nad/smi)