Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Musim Hujan Bikin Rambut Rontok Parah? Waspada 8 Hal Ini dan Cara Mengatasinya

Beraupost • Minggu, 6 Juli 2025 | 12:15 WIB
ilustrasi rambut rontok.(Freepik)
ilustrasi rambut rontok.(Freepik)

BERAU POST - Musim hujan ternyata bisa menjadi salah satu penyebab meningkatnya kerontokan pada rambut.

Kerontokan rambut saat musim hujan dapat membuat stres, terutama ketika gumpalan mulai muncul di sisir, saluran pembuangan kamar mandi, atau berceceran di lantai.

Penting untuk memahami alasan di balik lebih banyaknya rambut rontok selama musim hujan.

Dilansir English jagran, berikut 8 alasan mengapa rambut Anda lebih banyak rontok saat musim hujan.

1. Kelembaban berlebih melemahkan akar rambut

Udara musim hujan memiliki kelembapan berlebih, yang meningkatkan kelembapan kulit kepala.

Hal ini dapat melemahkan akar rambut, yang membuat helaian rambut lebih rentan rontok dan patah.

Kelembapan yang konstan juga menyebabkan kulit kepala lebih banyak berkeringat, yang pada gilirannya dapat memicu rambut rontok musiman dan infeksi jamur jika tidak ditangani dengan benar.

2. Infeksi jamur pada kulit kepala

Kulit kepala yang basah dan berkeringat menjadi tempat berkembang biaknya infeksi jamur seperti ketombe dan dermatitis seboroik.

Kondisi kulit kepala ini dapat merusak folikel, yang menyebabkan kulit gatal, bersisik, dan rambut rontok.

3. Pola makan buruk saat musim hujan

Banyak orang lebih sering mengonsumsi camilan goreng atau olahan selama musim hujan.

Pola makan yang buruk saat musim hujan membuat folikel rambut kekurangan nutrisi, yang menyebabkan rambut menipis dan rontok berlebihan.

4. Menyisir rambut saat basah

Menyisir atau menyikat rambut basah, terutama setelah terkena hujan, dapat menyebabkan kerusakan rambut yang serius.

Rambut paling rapuh saat basah dan menariknya dapat menyebabkan kerusakan bersamaan dengan stres akar, yang memperburuk kerontokan rambut di musim hujan.

5. Air hujan yang tercemar

Air hujan sering kali mengandung polutan asam dan debu yang menempel di kulit kepala dan merusak kutikula rambut setelah terkena air hujan.

Jika terserap, kotoran ini dapat memicu iritasi kulit kepala, peradangan, dan penipisan rambut dini.

6. Melewatkan keramas

Banyak orang yang tidak mencuci rambut setelah terkena hujan karena mengira hal itu tidak berbahaya.

Namun, jika tidak dicuci, kotoran, polusi, dan spora jamur dapat terperangkap di kulit kepala, yang menyebabkan penumpukan kotoran di kulit kepala dan rambut rontok.

7. Mengikat rambut basah

Mengikat rambut basah mendorong pertumbuhan jamur dan melemahkan helaian rambut.
Hal ini menyebabkan stres dan kerusakan pada batang rambut, terutama pada bagian akar.

8. Perubahan hormon

Banyak orang mengalami perubahan hormon kecil selama perubahan cuaca.

Perubahan ini, jika disertai stres dan jadwal tidur yang buruk, dapat memicu telogen effluvium, suatu kondisi di mana rambut memasuki fase kerontokan sebelum waktunya. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#musim hujan #rontok #rambut