Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bintik Putih di Bawah Mata? Ini 10 Penyebab Tersembunyi Milia yang Wajib Kamu Tahu!

Beraupost • Selasa, 24 Juni 2025 | 12:50 WIB
Milia memang bukan kondisi serius, tetapi milia bisa mengganggu penampilan dan kenyamanan. (Freepik)
Milia memang bukan kondisi serius, tetapi milia bisa mengganggu penampilan dan kenyamanan. (Freepik)

BERAU POST - Penyebab milia di bawah mata bisa berasal dari berbagai faktor, mulai dari penumpukan sel kulit mati hingga penggunaan produk skin care tertentu. 

Milia sendiri adalah benjolan kecil berwarna putih atau kuning yang muncul di bawah permukaan kulit, terutama di area wajah seperti bawah mata. 

Meski tidak berbahaya, kemunculan milia di bawah mata bisa cukup mengganggu penampilanmu.

Berikut ini adalah 10 penyebab milia di bawah mata yang perlu kamu ketahui, seperti dirangkum dari Medical News Today, Cleveland Clinic, dan All About Vision:

1. Penumpukan Sel Kulit Mati

Milia terbentuk saat sel kulit mati tidak terkelupas dengan baik dan malah terperangkap di bawah permukaan kulit. 

Lama-lama, sel ini mengeras dan membentuk bintik kecil seperti jerawat putih di area bawah matamu.

2. Kulit Bayi Baru Lahir

Biasanya, milia muncul juga pada bayi. Kulit bayi yang baru lahir masih dalam proses adaptasi dan pengelupasan. 

Karena proses eksfoliasi belum sempurna, milia sering muncul di wajah bayi, termasuk di bawah mata.

3. Kerusakan Kulit

Luka, ruam, atau paparan sinar matahari berlebih bisa merusak permukaan kulit. Saat proses penyembuhan berlangsung, sel kulit mati bisa terjebak dan membentuk milia.

Untuk mengurangi efek buruk paparan sinar matahari pada permukaan kulitmu, jangan malas untuk menggunakan sunscreen setiap hari.

4. Penggunaan Kortikosteroid Jangka Panjang

Krim atau salep kortikosteroid yang digunakan terus-menerus bisa mengganggu proses regenerasi kulit. 

Akibat dari penggunaan krim ini secara berlebihan, yaitu keratin bisa terperangkap dan menyebabkan milia.

5. Faktor Genetik atau Autoimun

Beberapa kondisi genetik atau gangguan autoimun tertentu membuat seseorang lebih rentan mengalami milia di bawah mata.

6. Produk Skincare dan Makeup Berbasis Minyak

Penggunaan makeup atau skin care yang berbahan dasar minyak dapat menyumbat pori-pori dan menjebak keratin di dalamnya. 

Ini bisa menjadi penyebab milia di bawah mata yang sering diabaikan. Oleh karena itu, perhatikan kembali kandungan di dalam skin care dan makeup yang sering kamu gunakan.

7. Terlalu Sering Terpapar Sinar Matahari

Paparan sinar UV yang berlebihan membuat tekstur kulit menjadi kasar dan sulit untuk melakukan eksfoliasi secara alami.

Ini salah satu penyebab milia di bawah mata yang paling umum. Seperti yang sudah dianjurkan sebelumnya, rutinlah menggunakan sunscreen untuk mengurangi akibat buruk paparan sinar matahari.

8. Kebersihan Kulit yang Buruk

Jarang mencuci wajah atau membersihkan makeup sebelum tidur dapat menyebabkan kotoran dan sel kulit mati menumpuk, lalu menjadi milia.

Jangan pernah skip rutinitas pembersihan wajah sebelum tidur. Untuk efek maksimal, lakukanlah double cleansing.

9. Kurang Tidur

Kurang tidur membuat proses regenerasi kulit terganggu. Akibatnya, sel kulit mati tidak terkelupas secara optimal dan bisa membentuk milia.

Pastikan kamu memenuhi jam tidur yang cukup. Waktu tidur yang normal pada orang dewasa, yaitu 7-8 jam per hari.

10. Efek Samping Obat atau Penyakit

Beberapa obat atau penyakit bisa merusak permukaan kulit dan menyebabkan milia sekunder. Ini lebih sulit dihilangkan tanpa bantuan medis.

Kurang tidur membuat proses regenerasi kulit terganggu. Akibatnya, sel kulit mati tidak terkelupas secara optimal dan bisa membentuk milia.

Pastikan kamu memenuhi jam tidur yang cukup. Waktu tidur yang normal pada orang dewasa, yaitu 7-8 jam per hari.

Namun perlu diingat, dalam beberapa kasus, tidak ditemukan penyebab yang jelas mengapa milia bisa muncul. 

Jika kamu mengalami milia yang menetap atau makin banyak, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk penanganan yang tepat. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#skincare #milia #penyebab