Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Al Ghazali dan Alyssa Daguise Gelar Siraman Adat Jawa Penuh Makna, Simbol Kesucian Menuju Pernikahan

Beraupost • Minggu, 15 Juni 2025 | 07:00 WIB
Prosesi siraman Adat Jawa Alyssa Daguise. (Youtube: TheAlsFamily)
Prosesi siraman Adat Jawa Alyssa Daguise. (Youtube: TheAlsFamily)

BerauPost - Jelang pernikahan pasangan selebriti Al Ghazali dan Alyssa Daguise kembali menjadi sorotan, tak hanya karena romansa mereka, tetapi juga karena khidmatnya prosesi adat Jawa yang mereka jalani.

Salah satu ritual yang paling mencuri perhatian adalah prosesi siraman yang dilangsungkan pada Sabtu (14/6), sebuah tradisi turun-temurun yang kaya akan makna dan bukan sekadar formalitas.

Makna Mendalam Prosesi Siraman Adat Jawa

Dalam adat Jawa, prosesi siraman lazimnya dilaksanakan sehari sebelum akad nikah. Tradisi ini melibatkan penyiraman air bunga ke tubuh calon pengantin, yang melambangkan pembersihan diri secara fisik maupun batin.

Tujuannya adalah agar calon pengantin memasuki jenjang pernikahan dalam kondisi suci, siap lahir dan batin untuk mengarungi bahtera rumah tangga.

Air yang digunakan dalam prosesi siraman pun tidak sembarangan. Umumnya, air diambil dari tujuh sumber berbeda, yang secara filosofis melambangkan 'pitulungan' atau pertolongan.

Filosofi ini membawa harapan agar kedua mempelai senantiasa mendapatkan bantuan dan berkah dalam membangun kehidupan rumah tangga mereka.

Sebelum prosesi siraman, calon pengantin biasanya juga melakukan sungkeman kepada orang tua. Ritual sungkeman ini merupakan bentuk penghormatan dan permohonan restu, menegaskan nilai sentral dalam budaya Jawa tentang pentingnya peran orang tua dalam setiap langkah besar kehidupan anak, termasuk pernikahan.

Siraman Adat Jawa: Harmoni Tradisi dan Nilai Religius

Meskipun tradisi siraman ini sangat lekat dengan budaya lokal, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak jauh berbeda dengan ajaran Islam.

Dalam Islam, terdapat konsep mandi wajib yang juga bertujuan untuk penyucian diri sebelum beribadah.

Prosesi siraman memiliki semangat yang serupa, yakni membersihkan diri, memperkuat niat, dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise, prosesi siraman ini dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan, tetap mempertahankan estetika visual, namun yang terpenting, tidak kehilangan esensinya.

Hal ini membuktikan bahwa tradisi dapat terus dijalankan dengan makna mendalam, bukan sekadar menjadi formalitas belaka.

Siraman bukan hanya sekadar bagian dari adat, melainkan cara masyarakat Jawa memberikan makna mendalam pada momen penting dalam kehidupan.

Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise menjadi salah satu contoh nyata bagaimana tradisi bisa berjalan berdampingan secara harmonis dengan nilai-nilai religius dan semangat kekinian.

Editor : Nurismi
#al ghazali #tradisi adat #siraman #alyssa daguise #jawa