Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bukan Hanya Diabetes: Pahami Bahaya Lonjakan Gula Darah dan Cara Mengatasinya

Beraupost • Sabtu, 24 Mei 2025 | 06:40 WIB
Alat ukur gula darah (Dok. Freepik)
Alat ukur gula darah (Dok. Freepik)

BerauPost - Kadar gula darah yang tinggi berbahaya bagi kesehatan dan berisiko memicu beragam komplikasi penyakit.

Kondisi ini bisa menimpa siapa saja, terutama penderita diabetes. Beberapa penyebab gula darah tinggi meliputi gangguan metabolisme, gangguan hormon, stres, hingga kerusakan pankreas.

Selain itu, seseorang juga dapat mengalami lonjakan gula darah, yaitu kondisi di mana kadar gula naik pesat lalu menurun tajam setelah makan.

Dalam jangka pendek, hal ini bisa menyebabkan tubuh terasa lemas dan mudah lapar.

Namun, dalam jangka panjang, lonjakan gula darah berpotensi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang dapat berujung pada serangan jantung atau stroke.

Meskipun demikian, terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mencegah lonjakan gula darah, sebagaimana dikutip dari Healthline.

1. Mengonsumsi Makanan Rendah Karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu penyebab gula darah naik karena zat ini dapat dipecah menjadi gula sederhana yang masuk ke aliran darah.

Oleh karena itu, untuk menurunkan gula darah, bisa dimulai dengan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat yang rendah.

2. Mengurangi Konsumsi Karbohidrat Olahan

Karbohidrat olahan (refined carbs) adalah karbohidrat yang telah melewati serangkaian proses pengolahan sehingga mengurangi atau bahkan menghilangkan kandungan serat, vitamin, dan mineralnya.

Makanan dengan karbohidrat olahan diantaranya adalah roti, nasi putih, soda, permen, sereal, dan berbagai macam makanan penutup. 

Karbohidrat olahan dapat menyebabkan lonjakan gula darah karena memiliki indeks glikemik yang tinggi sehingga makanan menjadi lebih mudah dan cepat dicerna oleh tubuh. 

3. Mengurangi Asupan Gula

Gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara langsung sekaligus menyebabkan resistensi insulin.

Oleh karena itu, mengurangi asupan bahan makanan satu ini menjadi satu langkah penting, apalagi saat ini terdapat beragam gula tambahan dalam suatu produk makanan.

Alternatif lainnya adalah mengganti gula dengan pemanis lainnya seperti madu atau sirup maple. 

4. Menjaga Berat Badan 

Gula darah tinggi juga dapat dipengaruhi karena obesitas atau kelebihan berat badan yang dapat mempersulit penggunaan insulin untuk mengendalikan kadar gula dalam darah.

Maka dari itu, obesitas dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan risiko yang lebih besar untuk terkenan diabetes tipe 2. 

5. Olahraga

Olahraga membantu mengontrol lonjakan gula darah dengan cara meningkatkan sensitivitas sel-sel dalam tubuh terhadap hormon insulin.

Selain itu, olahraga juga dapat membuat otot menyerap glukosa dari darah sehingga menurunkan tingkat gula darah.

6. Mengonsumsi Lebih Banyak Serat

Serat berasal dari bagian-bagian makanan dari tumbuhan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh. Serat dibagi menjadi dua, yaitu serat yang larut dan tidak larut.

Serat larut dapat membantu mengontrol lonjakan gula darah dengan cara memperlambat penyerapan karbohidrat.

Selain itu, serat juga dapat membantu merasa kenyang sehingga dapat mengurangi asupan makan berlebih.

Beberapa sumber serat yang baik antara lain adalah berbagai jenis sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

7. Minum Lebih Banyak Air

Dehidrasi dapat membuat tubuh memproduksi suatu hormon yang bisa menghentikan kerja ginjal dalam membuang kelebihan gula dalam urin.

Hal ini juga dapat mendorong hati untuk melepaskan lebih banyak gula ke dalam darah.

Oleh sebab itu, pastikan untuk minum air dengan cukup setiap harinya dan perbanyak air putih alih-alih minuman manis.

8. Menambah Cuka ke Dalam Makanan

Cuka, khususnya cuka sari apel, memiliki berbagai manfaat seperti membantu menurunkan berat badan, menurunkan kolesterol, bersifat antibakteri, dan mengendalikan gula darah.

Cuka juga dapat menurunkan indeks glikemik dalam makanan yang membantu mengurangi lonjakan gula darah.

9. Konsumsi Cukup Kromium dan Magnesium

Kromium adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit dan dapat membantu meningkatkan kerja insulin untuk mengontrol lonjakan gula darah.

Beberapa makanan yang kaya akan kromium antara lain adalah brokoli, kuning telur, dan tomat.

Magnesium juga merupakan mineral yang dapat membantu mengontrol gula darah. Beberapa makanan yang mengandung mineral ini misalnya bayam, alpukat, almond, dan kacang.

10. Menambahkan Beberapa Jenis Rempah

Beberapa jenis rempah seperti kayu manis juga dapat menjadi alternatif dalam mengontrol gula darah.

Kayu manis diduga dapat menurunkan kadar gula di dalam darah. Akan tetapi, hubungan antara rempah satu ini dengan gula darah masih butuh penelitian lebih lanjut.

11. Berberine

Berberine merupakan zat yang bisa diambil dari beberapa jenis tanaman dan telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok.

Zat ini bisa membantu menurunkan kolesterol, menurunkan berat badan, dan mengontrol gula darah.

Meski aman dikonsumsi, pastikan untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter terutama jika memiliki kondisi kesehatan khusus.

12. Memperbaiki Gaya Hidup

Untuk menurunkan lonjakan gula darah tinggi, perhatikan juga faktor-faktor gaya hidup yang bisa berpengaruh.

Hal tersebut diantaranya adalah tingkat stres, durasi tidur, hingga minuman beralkohol. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#gula darah #cara #bahaya