BerauPost - Pernah merasa terlalu keras menilai diri sendiri? Atau sering menyebut diri “gagal” hanya karena hal kecil?
Menurut pakar psikologi dari Harvard Medical School, hal itu bisa diredakan lewat pendekatan sederhana.
Salah satunya yakni dengan belajar tidak terlalu serius terhadap diri sendiri, salah satunya lewat humor merendahkan diri.
Natalie Dattilo, seorang instruktur psikologi di Harvard, menjelaskan humor jenis ini bukanlah bentuk ejekan terhadap diri sendiri.
“Bagi saya, ini bukan membuat lelucon tentang diri sendiri, ini adalah cara untuk tidak terlalu serius terhadap diri atau situasi yang sedang dihadapi,” ujarnya dikutip dari The Harvard Gazette.
Humor dan Kesehatan Mental
Dattilo sering memakai humor saat mendampingi pasien yang mengalami depresi atau kecemasan. Menurutnya, humor bisa membuat suasana jadi lebih aman dan tidak tegang.
“Humor meringankan beban atau meredakan intensitas dari sebuah momen, dan bisa membantu mengatur emosi. Itu akan membantu Anda mendapatkan kembali kejernihan dan perspektif,” ujarnya.
Sebagai contoh, ia sering menyebut dirinya sedang mengalami “kegagalan ibu” dalam kesehariannya sebagai ibu.
Menurutnya, hal seperti itu justru bisa membangun kedekatan dengan orang lain, sekaligus memberi pesan bahwa tidak apa-apa kalau kita tidak selalu sempurna.
Bedakan Humor Sehat dan Sikap Menghukum Diri
Namun, penggunaan humor seperti ini perlu diperhatikan konteks dan tujuannya.
Kadang, bahasa atau nada yang terlalu keras bisa menjadi tanda harga diri yang rendah atau keinginan menarik simpati.
“Kalau Anda mengatakan sesuatu yang menurut Anda lucu, tapi orang lain merasa tidak nyaman, coba periksa kembali dari mana asalnya dan apa yang ingin Anda sampaikan,” jelas Dattilo.
Budaya dan Cara Pandang terhadap Diri
Menurut Dattilo, budaya individualistik seperti di negara Barat lebih banyak menggunakan humor merendahkan diri untuk menunjukkan kerentanan dan membangun relasi.
Sebaliknya, di budaya kolektif lebih sering membuat lelucon tentang orang lain sebagai bentuk keakraban, seperti antar saudara.
Mengambil jarak dari keseriusan berlebihan, bisa membantu mengembalikan keseimbangan, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.(jpg/smi)
Editor : Nurismi