Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Lansia Wajib Tahu: 8 Cara Menurunkan Risiko Penyakit, Makanan Ini Harus Dibatasi Demi Sehat di Usia Senja

Beraupost • Selasa, 20 Mei 2025 | 06:20 WIB
Ilustrasi makanan yang harus dikurangi saat memasuki usia lanjut. (Freepik).
Ilustrasi makanan yang harus dikurangi saat memasuki usia lanjut. (Freepik).

BerauPost - Seiring bertambahnya usia, tubuh kita mengalami berbagai perubahan yang memengaruhi cara kita mencerna makanan, menyerap nutrisi, dan menjaga fungsi organ tetap optimal.

Maka dari itu, penting bagi kita sebagai lansia untuk lebih selektif dalam memilih makanan sehari-hari, terutama saat memasuki usia lanjut.

Banyak penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan jantung seringkali muncul atau memburuk karena pola makan yang kurang sehat.

Padahal, dengan melakukan sedikit perubahan pada apa yang kita konsumsi, risiko terhadap berbagai penyakit tersebut bisa ditekan secara signifikan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa jenis makanan yang sebaiknya mulai dikurangi untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup di masa tua.

Dilansir dari laman Global English Editing, berikut merupakan 8 makanan yang harus dikurangi saat memasuki usia lanjut guna menurunkan risiko penyakit di masa tua.

1. Daging Olahan

Daging olahan seperti nugget, sosis, ham, dan bacon mungkin sudah menjadi bagian dari makanan sehari-hari sejak dulu.

Namun, sudah saatnya untuk mempertimbangkan kembali seberapa sering kita mengonsumsinya, terutama bagi lansia.

Daging olahan biasanya mengandung kadar garam (sodium) yang tinggi, lemak jenuh, dan bahan pengawet yang tidak baik bagi tubuh jika dikonsumsi terus-menerus.

Bagi orang lanjut usia, tubuh tidak lagi seefisien dulu dalam memproses zat-zat ini, sehingga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Oleh karena itu, mengurangi konsumsi daging olahan dan menggantinya dengan pilihan yang lebih sehat seperti ayam atau kalkun segar bisa menjadi langkah sederhana namun bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan kualitas hidup yang lebih baik.

2. Makanan Gorengan

Makanan yang digoreng, seperti ayam goreng, kentang goreng, atau camilan lainnya, memang memiliki daya tarik tersendiri.

Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah membuat banyak orang menyukainya. Namun, makanan yang digoreng biasanya mengandung lemak trans yang tinggi dan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Bila dikonsumsi terlalu sering, hal ini dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Cobalah untuk mulai mengubah cara memasak, misalnya dengan memanggang atau mengukus makanan. Cara ini ternyata tetap bisa menghasilkan rasa yang lezat sekaligus menjaga kesehatan.

Jadi, daripada menggoreng, cobalah metode memasak yang lebih sehat untuk mengurangi risiko penyakit di masa tua.

3. Minuman Manis

Minuman manis seperti teh manis, soda, atau jus dalam kemasan memang terasa menyegarkan, apalagi saat cuaca panas. Namun, di balik rasa manis itu terdapat kandungan gula yang sangat tinggi.

Gula dalam minuman bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara tiba-tiba, yang tentu berisiko bagi siapa saja, apalagi bagi lansia.

Jika dikonsumsi terus-menerus, lonjakan gula darah tersebut bisa memicu penyakit diabetes.

Banyak orang tua yang kemudian memilih beralih ke minuman lebih sehat, seperti teh herbal tanpa gula atau air yang diberi potongan buah segar.

Meski awalnya terasa hambar, perubahan ini bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan, bahkan dapat membantu menurunkan berat badan.

Jadi, sebelum mengambil minuman manis, sebaiknya pertimbangkan dampaknya bagi kesehatan dalam jangka panjang.

4. Roti Putih

Roti putih memang praktis dan sering menjadi pilihan untuk sarapan atau camilan. Namun, roti jenis ini terbuat dari tepung yang sudah mengalami proses pengolahan sehingga kehilangan sebagian besar serat dan nutrisinya.

Akibatnya, roti putih hanya mengandung karbohidrat sederhana yang mudah dipecah oleh tubuh menjadi gula, dan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Hal ini bisa sangat berisiko bagi lansia yang memiliki masalah diabetes atau pradiabetes. Bahkan, indeks glikemik roti putih lebih tinggi daripada beberapa jenis permen cokelat.

Maka dari itu, sebaiknya pertimbangkan untuk mengganti roti putih dengan roti gandum utuh yang lebih kaya serat dan bisa membantu mengontrol kadar gula darah dengan lebih stabil.

5. Makanan Tinggi Garam

Garam memang merupakan bahan penting untuk menambah rasa pada makanan, dan tubuh pun memerlukannya dalam jumlah tertentu.

Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, garam bisa memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi lansia. Terlalu banyak garam bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, hingga masalah pada ginjal.

Yang mengejutkan, sebagian besar garam yang kita konsumsi bukan berasal dari garam dapur, melainkan dari makanan olahan dan makanan restoran.

Oleh karena itu, langkah yang bijak adalah dengan mengurangi makanan yang terlalu asin serta membaca label nutrisi pada kemasan makanan.

Untuk mengganti rasa asin, bisa digunakan bumbu dapur alami seperti bawang, lada, atau rempah-rempah yang tetap bisa memberikan rasa lezat tanpa membahayakan kesehatan.

6. Produk Susu Tinggi Lemak

Banyak hidangan favorit yang menggunakan produk susu tinggi lemak seperti keju, krim, mentega, atau susu full cream.

Makanan-makanan ini memang lezat dan memberiman rasa nyaman, apalagi jika dikaitkan dengan momen kebersamaan dengan keluarga.

Namun, di balik kenikmatannya, produk susu tinggi lemak mengandung banyak lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan risiko penyakit jantung, terutama pada usia lanjut.

Bukan berarti Anda harus sepenuhnya menghindarinya, tetapi cobalah untuk mencari alternatif yang lebih sehat, seperti susu rendah lemak, yogurt tanpa krim, atau keju dari nabati.

Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati hidangan favorit tanpa harus mengorbankan kesehatan jantung.

7. Permen dan Makanan Manis

Permen, cokelat, kue, dan makanan manis lainnya memang bisa menjadi penghibur di kala santai. Sayangnya, makanan ini mengandung gula yang tinggi dan sangat rendah kandungan nutrisinya.

Mengonsumsi terlalu banyak gula bukan hanya menyebabkan kenaikan berat badan, tetapi juga bisa memicu lonjakan gula darah yang berbahaya bagi lansia.

Gula yang berlebihan juga berkontribusi pada peningkatan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Untuk menggantikan rasa manis, sebaiknya pilihlah buah-buahan segar seperti apel, pisang, atau beri yang lebih menyehatkan dan tetap bisa memuaskan keinginan untuk makan yang manis.

Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati rasa manis tanpa harus merusak kesehatan.

8. Alkohol

Menikmati segelas anggur saat makan malam atau minum bir di hari yang panas memang bisa menjadi cara untuk bersantai. Namun, seiring bertambahnya usia, penting untuk mengevaluasi kembali kebiasaan ini.

Alkohol bisa berinteraksi dengan obat-obatan yang dikonsumsi lansia dan memengaruhi kerja organ tubuh, seperti hati dan jantung.

Selain itu, konsumsi alkohol yang berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Cobalah untuk membatasinya dan selalu pertimbangkan efek jangka panjangnya terhadap kesehatan. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#penyakit #makanan #kesehatan #usia lanjut #masa tua