BerauPost - Skoliosis adalah kondisi kelainan bentuk tulang belakang yang melengkung secara tidak normal ke samping.
Kondisi ini bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, dan dapat mempengaruhi postur tubuh, keseimbangan, serta kenyamanan saat bergerak.
Dikutip laman scoliosisclinic.co.uk, jumlah kasus skoliosis ternyata jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang selama ini diperkirakan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa antara 2 persen dan 3 persen anak-anak berusia 10-15 tahun akan mengalami skoliosis.
Nyatanya, banyak dari penderita skoliosis yang merasa ragu untuk melakukan aktivitas fisik karena khawatir gerakan tertentu akan memperparah lengkungan tulang belakang.
Padahal, olahraga yang dilakukan dengan cara yang tepat bisa menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat otot, menjaga postur tubuh, dan meningkatkan kualitas hidup.
Tapi tentu saja, olahraga bagi penderita skoliosis harus dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan kondisi tubuh masing-masing.
Berikut adalah 5 tips olahraga aman yang bisa kamu coba agar tetap aktif dan sehat meski hidup dengan skoliosis:
1. Pilih Jenis Olahraga yang Rendah Dampak
Jenis olahraga low-impact atau berdampak rendah sangat direkomendasikan untuk penderita skoliosis karena tidak memberi tekanan berlebih pada tulang belakang dan sendi.
Olahraga semacam ini cenderung tidak memberatkan tubuh dan aman dilakukan secara rutin.
Ini adalah beberapa contoh olahraga low-impact yang direkomendasikan, yaitu berenang, yoga, dan pilates.
2. Fokus pada Peregangan dan Kelenturan
Skoliosis sering menyebabkan otot-otot di sekitar tulang belakang menjadi tegang dan tidak seimbang.
Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan rutin melakukan peregangan (stretching).
Kegiatan ini akan membantu mengendurkan otot yang kaku, meningkatkan kelenturan, serta mengurangi rasa nyeri atau ketidaknyamanan.
Terdapat beberapa gerakan peregangan yang disarankan, yaitu Child’s pose, Cat-cow stretch, dan Pelvic tilt.
Tetapi harus di ingat, penderita skoliosis harus melakukan peregangan secara perlahan dan penuh perhatian.
Jangan memaksakan tubuh dan fokuslah pada kenyamanan serta pernapasan yang stabil.
3. Perkuat Otot Inti
Otot inti, atau core, terdiri dari otot-otot perut, punggung bawah, dan pinggul.
Fungsi utama dari otot inti adalah menstabilkan tubuh dan menjaga postur agar tetap seimbang.
Bagi penderita skoliosis, penguatan otot inti sangat penting karena tulang belakang yang melengkung memerlukan dukungan ekstra dari otot sekitarnya.
Beberapa contoh latihan penguatan otot inti yang aman antara lain seperti Plank, Bird-dog, dan Dead bug.
4. Konsultasikan dengan Dokter atau Fisioterapis
Bagi kondisi yang sudah serius, ketika ingin memulai program olahraga apa pun, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ortopedi atau fisioterapis yang berpengalaman menangani skoliosis.
Mereka dapat menilai tingkat keparahan skoliosis, memberikan saran olahraga yang sesuai, serta mencegah terjadinya cedera.
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan merekomendasikan program latihan khusus untuk penderita skoliosis yang fokus pada postur, pernapasan, dan kesadaran tubuh.
Bekerja sama dengan tenaga profesional juga penting agar kamu tidak hanya olahraga dengan aman, tetapi juga dengan tujuan yang tepat.
5. Kenali Tubuhmu dan Jangan Memaksakan Diri
Dari semua hal, poin paling penting adalah harus mengenali tubuh sendiri dan jangan pernah memaksakan apapun.
Setiap penderita skoliosis memiliki pengalaman tubuh yang berbeda, ada yang mengalami skoliosis ringan dan tidak terlalu terasa, tapi ada juga yang merasakan nyeri tajam atau kesulitan saat bergerak.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali sinyal dari tubuh dan menyesuaikan intensitas olahraga.
Jika saat melakukan gerakan tertentu terasa nyeri, tidak nyaman, atau muncul gejala seperti mati rasa atau kesemutan, segera hentikan aktivitas tersebut.
Tidak semua olahraga cocok untuk semua penderita skoliosis, jadi sikap beradaptasi dan realistis adalah kuncinya.
Lebih baik olahraga sebentar tapi rutin, dibandingkan memaksakan latihan berat yang malah membahayakan. (jpg/smi)
Editor : Nurismi