Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

7 Fakta Menarik Seputar Kerokan: Manfaat yang Dipercaya dan Risiko yang Mengitai

Beraupost • Kamis, 8 Mei 2025 | 07:25 WIB

 

Ilustrasi kerokan. (Freepik)
Ilustrasi kerokan. (Freepik)

BerauPostKerokan sudah lama dipercaya sebagai solusi masuk anginoleh jutaan masyarakat Indonesia dengan bermodal minyak dan benda tumpul untuk mengerok.

Tapi, apa sebenarnya yang membuat kerokan begitu digandrungi bagi sebagian masyarakat?

Berikut tujuh fakta menarik kerokan yang dilansir dari Alodokter dan Mayapada Hospital.

1. Terapi alternatif

Kerokan dikenal sebagai sebagai salah satu metode terapi alternatif di berbagai negara Asia, salah satunya di Indonesia, khususnya banyak dilakukan oleh orang Jawa dan Bali sejak ratusan tahun yang lalu.

Caranya dengan mengoleskan minyak, balsem, atau lotion, lalu menggosoknya dengan dengan benda tumpul, seperti koin, bawang merah, maupun batu giok.

Efek dari kerokan ini ditandai dengan munculnya warna kemerahan pada kulit

Disebabkan oleh pelebaran atau bahkan pecahnya pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit akibat tekanan saat dikerok.

2. Menyebabkan kecanduan

Nggak cuma bikin badan lebih ringan, kerokan juga bisa merangsang otak untuk melepas hormon endorfin atau zat alami yang menekan rasa sakit, sehingga bikin kita merasa rileks. Jadi, nggak heran deh kalau banyak orang jadi ketagihan dikerok!

3. Meredakan rasa nyeri

Kerokan juga dikenal bisa bantu meredakan rasa nyeri. Sensasi hangat dari proses mengerok akan membuat otot yang tegang jadi lebih rileks.

Aliran darah yang lebih lancar juga membantu mengurangi rasa sakit di bagian tubuh tertentu, terutama di punggung, leher, atau bahu.

Jadi, nggak heran, kan kalau banyak orang yang mengandalkan kerokan pas badan pegal-pegal?

4. Meredakan gejala hepatitis B

Dikutip dari Alodokter, kerokan ternyata nggak cuma ampuh buat ngusir masuk angin.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi tradisional ini juga bisa membantu meredakan gejala hepatitis B.

Seperti peradangan dan kerusakan pada liver, munculnya jaringan parut, sampai menurunkan kadar enzim di organ hati.

5. Pelebaran pembuluh darah dan peningkatan volume aliran darah

Dalam penelitian menyebutkan bahwa kerokan juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah tepi yang menyempit atau menutup (vasokontriksi) dan peningkatan volume aliran darah.

Saat dikerok, area kulit yang digosok akan terasa lebih hangat. Ternyata, itu bukan cuma sugesti.

Proses kerokan memang bisa meningkatkan suhu di bagian tubuh yang dikerok.

Panas yang dihasilkan membuat pembuluh kapiler melebar, aliran darah jadi lebih lancar, dan suplai oksigen ke jaringan tubuh ikut naik.

Alhasil, metabolisme di area itu juga menjadi lebih aktif.

Dalam waktu sekitar 90 menit setelah dikerok, volume aliran darah meningkat cukup signifikan, bahkan suhu tubuh bisa naik sekitar 1 derajat Celcius.

6. Iritasi kulit

Di samping khasiatnya, kerokan juga bisa mengakibatkan iritasi kulit. Jika dilakukan terlalu keras atau terlalu sering, kulit bisa menjadi merah menyala, perih, bahkan terkelupas.

Bahkan ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa kerokan bisa menyebabkan bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh, karena pori-pori yang terbuka. Jadi pastikan kamu lakukan dengan benar, ya!

7. Mengakibatkan stroke

Meski banyak dipercaya manjur, kerokan juga punya risiko yang tidak bisa dianggap remeh.

Dilansir dari Mayapada Hospital, kerokan yang dilakukan terlalu keras, apalagi di area leher atau punggung atas, bisa meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba.

Nah, kondisi ini berisiko memicu stroke, terutama pada orang yang punya riwayat tekanan darah tinggi atau gangguan pembuluh darah. Jadi, jangan asal kerok, ya!

Jadi, itu tadi tujuh fakta menarik tentang kerokan, mulai dari manfaatnya yang bikin badan terasa lebih ringan, hingga risiko yang perlu kamu waspadai.

Jadi, ingat buat lakukan dengan cara yang tepat! (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#kerokan #manfaat #risiko #masuk angin