BerauPost - Kebiasaan makan sebelum tidur dapat mempengaruhi kualitas tidur, metabolisme tubuh, dan keseimbangan berat badan secara signifikan.
Makan sebelum tidur merujuk pada konsumsi makanan atau camilan dalam waktu dekat sebelum waktu tidur malam.
Menurut Kalyn True, RD, ahli diet dari Memorial Hermann, Houston, konsumsi makanan menjelang tidur bisa berdampak langsung pada metabolisme dan kualitas tidur.
Mengetahui pengaruh makan sebelum tidur memberikan pemahaman untuk menjaga kesehatan fisik dan pola tidur yang stabil.
Berikut makan sebelum tidur bisa pengaruhi berat badan dan tidur, ini 7 dampaknya pada kesehatan dilansir dari laman Parade.
1. Pemicu Kenaikan Berat Badan
Makan larut malam berkontribusi pada peningkatan kalori harian yang tidak disadari. Konsumsi pada malam hari juga mempengaruhi hormon pengatur nafsu makan.
Aktivitas metabolisme lebih rendah sehingga kalori lebih mudah disimpan sebagai lemak. Studi Harvard tahun 2022 menunjukkan makan lebih dekat ke waktu tidur meningkatkan penyimpanan lemak.
2. Perlambat Metabolisme Tubuh
Tubuh secara alami memperlambat proses metabolisme saat malam. Thermogenesis dari makanan menjadi lebih rendah pada malam hari dibanding pagi.
Ini berarti kalori yang dikonsumsi di malam hari tidak dibakar secara efisien. Proses ini memperbesar kemungkinan timbunan lemak dalam tubuh.
3. Melewatkan Waktu Sarapan
Kebiasaan makan di malam hari dapat mengurangi rasa lapar di pagi hari. Hal ini menyebabkan waktu makan pertama tertunda atau bahkan dilewati.
Melewatkan sarapan berkaitan dengan gangguan metabolik dan kenaikan berat badan. Asupan pagi hari penting untuk mengaktifkan metabolisme sejak awal hari.
4. Gangguan Kualitas Tidur
Konsumsi makanan menjelang tidur dapat meningkatkan aktivitas pencernaan saat malam. Proses ini dapat mengganggu fase tidur gelombang lambat.
Gangguan tidur mempengaruhi proses detoksifikasi otak dan konsolidasi memori. Kondisi seperti kembung atau refluks juga memperburuk kualitas tidur.
5. Risiko Kerusakan Gigi Meningkat
Makanan manis yang dikonsumsi sebelum tidur cenderung menempel lebih lama di permukaan gigi. Produksi air liur menurun saat malam, sehingga pembersihan alami berkurang.
Hal ini meningkatkan kemungkinan gigi berlubang. Studi terhadap anak perempuan menunjukkan hubungan antara camilan manis malam hari dan kerusakan gigi.
6. Bermanfaat bagi Kondisi Tertentu
Beberapa individu memerlukan cemilan malam untuk menjaga kestabilan gula darah. Penderita diabetes tipe 2 atau ibu hamil bisa merasakan manfaat dari camilan yang tepat.
Camilan berbasis protein dan serat membantu menjaga kadar gula tetap seimbang. Syaratnya adalah tidak melebihi total kebutuhan kalori harian.
7. Pilih Makanan Sehat Sebelum Tidur
Camilan sehat sebaiknya kaya protein dan serat, seperti yogurt Yunani, telur rebus, atau buah beri. Hindari makanan berlemak tinggi, terlalu pedas, atau manis.
Minuman berkafein dan alkohol juga sebaiknya dihindari menjelang tidur. Makan perlahan dan penuh perhatian membantu mengenali sinyal kenyang.
Pemahaman tentang dampak makan sebelum tidur dapat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan kualitas tidur dan menjaga stabilitas metabolisme tubuh. (jpg/smi)
Editor : Nurismi