BerauPost - Penyumbatan telinga sering kali terjadi akibat penumpukan serumen dan dapat diatasi secara alami tanpa prosedur medis.
Penyumbatan telinga merupakan kondisi ketika saluran telinga tertutup oleh serumen yang menumpuk dan mengeras.
Mengetahui penyebab dan solusi alami untuk telinga tersumbat membantu menjaga pendengaran tetap optimal dan nyaman.
Berikut adalah penyebab telinga tersumbat dan cara mengobati secara alami di rumah tanpa efek samping berbahaya dilansir dari laman Truemeds :
1. Penumpukan Serumen Berlebih
Kotoran telinga yang tidak dikeluarkan secara alami dapat mengering dan menyumbat saluran telinga. Beberapa kebiasaan, seperti penggunaan cotton bud secara sembarangan, justru mendorong kotoran semakin masuk ke dalam.
Penumpukan serumen dapat menimbulkan rasa penuh di dalam telinga hingga gangguan pendengaran ringan. Membersihkan area luar telinga menggunakan kain lembap lebih aman dibanding memasukkan benda asing ke dalam.
2. Perubahan Tekanan Udara
Saat berada di tempat tinggi atau bepergian dengan pesawat, tekanan udara di telinga bagian dalam dapat terganggu. Perubahan ini menyebabkan saluran Eustachius tertutup sementara, menimbulkan sensasi telinga tersumbat.
Gerakan menelan atau menguap dapat membantu menyeimbangkan tekanan kembali. Kondisi ini bersifat sementara dan akan mereda ketika tekanan tubuh sudah stabil.
3. Infeksi atau Peradangan Ringan
Infeksi ringan pada saluran telinga dapat menyebabkan pembengkakan dan menimbulkan penyumbatan. Cairan yang terbentuk dari infeksi memperparah tekanan di telinga dan mempengaruhi pendengaran.
Jika tidak ditangani, peradangan ini bisa mengganggu keseimbangan tubuh. Mengompres hangat dan menjaga kebersihan area telinga membantu meredakan keluhan.
4. Minyak Alami sebagai Pelunak Serumen
Minyak zaitun, minyak bayi, atau minyak mineral hangat dapat membantu melunakkan serumen yang mengeras. Cukup teteskan 1–2 tetes minyak ke dalam saluran telinga lalu miringkan kepala selama 10–15 detik.
Lakukan 2 kali sehari selama 5 hari hingga saluran kembali bersih. Metode ini tergolong lembut dan minim resiko jika dilakukan secara hati-hati.
5. Peroksida Cair untuk Membersihkan Kotoran
Hidrogen peroksida dan karbamid peroxide efektif meluruhkan serumen tanpa prosedur medis. Campuran peroksida dengan air hangat diteteskan ke telinga dengan pipet, lalu diamkan hingga suara buih berhenti.
Proses ini membantu menghancurkan kotoran dan mendorongnya keluar secara alami. Gunakan maksimal 2 kali sehari selama beberapa hari.
6. Dekongestan dan Semprotan Hidung
Obat semprot hidung dan dekongestan oral mengurangi pembengkakan saluran hidung dan sinus, memperlancar tekanan telinga. Produk ini efektif untuk penyumbatan akibat pilek atau alergi ringan.
Sebaiknya digunakan sebagai pencegahan saat hendak bepergian dengan pesawat. Hindari penggunaan jangka panjang tanpa anjuran medis.
7. Metode Valsava untuk Menyeimbangkan Tekanan
Teknik Valsava membantu membuka saluran Eustachius dengan cara menutup hidung dan meniup perlahan dengan mulut tertutup. Langkah ini menyeimbangkan tekanan telinga bagian tengah saat terjadi perubahan ketinggian.
Lakukan dengan lembut agar tidak merusak gendang telinga. Hindari meniup terlalu kuat yang justru memperburuk kondisi.
Menangani penyumbatan telinga secara alami dapat dilakukan di rumah selama dilakukan dengan langkah yang tepat dan aman. (jpg/smi)
Editor : Nurismi