Tempat kerja modern dapat berkembang pesat sehingga mereka menghadirkan tantangan unik bagi para CEO yang ingin merekrut, melatih, hingga mempertahankan talenta terbaik.
Generasi ini memiliki ekspektasi, nilai, dan kebutuhan yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya, sehingga perusahaan harus beradaptasi untuk memenuhi tuntutan tersebut jika ingin mempertahankan karyawannya.
Dilansir dari laman YourTango, berikut 5 prioritas pekerjaan yang dilakukan Gen Znamun sulit dipahami oleh Generasi Boomer hingga Millennial.
- Persaingan dalam mendapatkan bakat
Generasi Z, Boomer dan Milenial adalah generasi yang paling terdidik sepanjang sejarah, sehingga mereka memiliki harapan tinggi terhadap karier dan keseimbangan kehidupan kerja mereka. Perusahaan kini bersaing untuk mendapatkan bakat terbaik, yang meningkatkan biaya untuk menarik kandidat yang tepat dan mempertahankannya.
- Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi
Generasi Z dan Milenial memprioritaskan keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan atau menurut mereka keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan penting untuk dilakukan.
Mereka ingin bekerja di perusahaan yang menawarkan jadwal kerja fleksibel, pilihan kerja jarak jauh, dan peluang untuk pertumbuhan profesional.
- Pekerjaan yang berorientasi terhadap suatu tujuan
Generasi Z saat ini ingin bekerja di perusahaan yang sejalan dengan nilai-nilai mereka dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Mereka tertarik pada perusahaan yang memiliki misi dan tujuan yang jelas, selain mencari keuntungan tetapi juga ingin mewujudkan sesuai dengan ekspektasi yang ada.
- Menyesuaikan teknologi yang ada
Generasi Z dan Milenial tumbuh bersama teknologi, dimana mereka berharap tempat kerja mereka dilengkapi dengan perangkat dan perangkat lunak terkini.
Perusahaan harus berinvestasi dalam teknologi terkini untuk menarik dan mempertahankan bakat terbaik.
- Keberagaman dan inklusi
Generasi Z menghargai keberagaman dan inklusivitas di tempat kerja dan ingin bekerja di perusahaan yang memprioritaskan nilai-nilai modern. Perusahaan harus menciptakan budaya yang inklusif dan ramah bagi semua karyawan.
Tantangan-tantangan ini merupakan perubahan besar dalam budaya tempat kerja modern.
Budaya merupakan salah satu aspek yang paling sulit dan sulit dipahami dalam lingkungan kerja, yang berarti sulit untuk diubah. Namun, budaya yang buruk merupakan alasan bagi sebagian besar pergantian karyawan. (jpg/smi)
Editor : Nurismi