Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Doomscrolling: Musuh Tersembunyi Produktivitas Otak ADHD, Ini Cara Mengatasinya!

Beraupost • Minggu, 23 Maret 2025 | 17:45 WIB
Ilustrasi susah berhenti scroll. (Freepik)
Ilustrasi susah berhenti scroll. (Freepik)

BerauPost - Terlalu lama menggulir layar tanpa henti bisa menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan, terutama bagi otak ADHD yang selalu mencari stimulasi baru.

Kebiasaan ini dapat berdampak pada kesehatan mental dan produktivitas jika tidak dikelola dengan baik.

Doomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus membaca atau menggeser konten negatif di media sosial atau berita tanpa sadar waktu.

Aktivitas ini dapat memicu stres dan kecemasan karena paparan informasi yang berlebihan.

Mengetahui cara mengatasi doomscrolling dapat membantu mengurangi dampak negatif pada kesehatan mental dan fokus.

Mengelola kebiasaan ini juga dapat meningkatkan kualitas hidup dengan mengurangi kecemasan dan meningkatkan produktivitas.

Berikut adalag cara mengatasi doomscrolling bagi otak ADHD yang butuh stimulasi untuk berhenti scroll dilansir dari laman Simplypsychology, Minggu (23/3):

1. Dampak pada Otak ADHD

Otak dengan ADHD memiliki kadar dopamin lebih rendah. Konten digital yang terus diperbarui memberi rangsangan cepat yang membuat sulit berhenti menggulir.

Doomscrolling menciptakan siklus pencarian hadiah kecil yang berulang tanpa kepuasan nyata. Kesulitan mengontrol impuls memperparah kecenderungan ini.

Fokus yang terperangkap dalam konten baru menyebabkan waktu berlalu tanpa disadari. Perubahan kebiasaan diperlukan untuk mengatasi pola ini.

2. Peran Algoritma Digital

Platform daring dirancang untuk mempertahankan perhatian. Konten yang relevan terus diperbarui sesuai dengan minat pengguna.

Otak ADHD yang tertarik pada hal baru lebih mudah terjebak dalam siklus ini. Sistem rekomendasi memperkuat kebiasaan menggeser tanpa henti.

Semakin lama waktu yang dihabiskan, semakin sulit untuk lepas. Kesadaran akan desain platform dapat membantu mengurangi ketergantungan.

3. Keterkaitan dengan Kecemasan

Berita negatif dapat meningkatkan stres. Paparan terus-menerus terhadap informasi buruk memperburuk gejala kecemasan.

Otak ADHD lebih sensitif terhadap rangsangan emosional yang kuat. Doomscrolling bisa memperparah suasana hati dan mengganggu keseimbangan emosional.

Kesadaran akan dampak ini dapat membantu mengurangi kebiasaan menggulir. Membatasi paparan berita menjadi langkah efektif untuk menjaga kesehatan mental.

4. Gangguan Fokus dan Produktivitas

Menggulung layar dalam waktu lama menghambat konsentrasi. Otak menjadi terbiasa dengan rangsangan cepat sehingga sulit fokus pada tugas lain.

Penundaan tugas meningkat akibat keterikatan dengan konten digital. Kehilangan waktu tanpa sadar mengakibatkan tekanan pekerjaan menumpuk.

Kebiasaan ini memperburuk ketidakmampuan mengatur waktu pada individu ADHD. Menetapkan batas waktu layar dapat membantu meningkatkan produktivitas.

5. Dampak pada Pola Tidur

Cahaya layar dan konten merangsang menghambat produksi melatonin. Otak tetap aktif bahkan setelah menggulir berjam-jam.

Kesulitan tidur akibat stimulasi digital dapat memperburuk gejala ADHD. Kelelahan pada siang hari mengurangi kapasitas kognitif dan emosi.

Doomscrolling sebelum tidur berkontribusi terhadap siklus tidur yang buruk. Menghindari penggunaan gawai sebelum tidur dapat memperbaiki pola tidur.

6. Strategi Mengurangi Doomscrolling

Gunakan timer untuk membatasi waktu menggulir. Aplikasi pemblokir dapat membantu mengontrol penggunaan media sosial.

Aktivitas alternatif yang meningkatkan dopamin bisa mengalihkan kebiasaan ini. Mengubah kebiasaan sebelum tidur dapat mengurangi dampak negatif layar.

Berlatih kesadaran diri dalam penggunaan media digital sangat penting. Dukungan dari teman atau komunitas dapat mempercepat perubahan kebiasaan.

7. Pentingnya Kasih Sayang Diri

Doomscrolling sering kali muncul sebagai mekanisme penanggulangan. Rasa bersalah atas waktu yang terbuang justru memperburuk keadaan.

Menghentikan kebiasaan ini membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang realistis. Memahami bahwa otak mencari stimulasi dapat membantu menemukan cara lain untuk memenuhinya.

Fokus pada perbaikan kecil lebih efektif daripada perubahan drastis. Menyayangi diri sendiri adalah langkah utama dalam membangun kebiasaan sehat.

Menerapkan strategi yang tepat dapat membantu mengendalikan kebiasaan doomscrolling agar tidak mengganggu keseharian.

Dengan langkah yang sesuai, otak ADHD tetap bisa mendapatkan stimulasi tanpa terjebak dalam siklus konsumsi informasi yang berlebihan. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#Doomscrolling #scroll #otak #adhd