Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bye-Bye Barang Berlebihan: Panduan Hidup Minimalis ala Jepang untuk Generasi Milenial

Beraupost • Minggu, 9 Februari 2025 | 11:33 WIB
Ilustrasui decluttering atau menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak dibutuhkan. (Shutterstock/Andrey_Popov)
Ilustrasui decluttering atau menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak dibutuhkan. (Shutterstock/Andrey_Popov)

BerauPost - Gaya hidup minimalis saat ini sedang ramai diperbincangkan oleh anak muda Gen-Z, Wal. Hidup minimalis, pun kerap diterapkan oleh mereka. Dengan gaya hidup minimalis, akan memperoleh banyak manfaat. 

Biaya hidup di kota-kota besar memang cukup merogoh kocek, belum lagi pengaruh trend yang semakin menggoda. Namun, dalam Buku yang berjudul Good Bye Things - Hidup Minimalis ala Orang Jepang, yang ditulis oleh Fumio Sasaki, mampu menginspirasi anak-anak muda Gen-Z untuk hidup minimalis.

Hidup minimalis adalah hidup yang fokus pada pengurangan hal yang bisa menghalangi untuk melakukan hal-hal penting. Menurut Joshua Becker seorang penulis buku Becoming Minimalist, minimalis adalah hal-hal yang membuat kita bahagia dan menghilangkan hal-hal yang tidak membuat kita bahagia. Hal ini berkaitan dengan hidup sederhana. 

Namun, pada kenyataannya, hidup minimalis tidak berpatok pada keuangan semata. Tetapi, hidup minimalis juga berpatok pada fashion, internet, yang  biasa disebut digital minimalist.

Dan metode-metode hidup minimalis tidak semua orang cocok menerapkannya, setiap orang akan memiliki caranya masing-masing untuk hidup minimalis. Berbicara mengenai hidup minimalis, Jepang atau yang dikenal sebagai negeri Sakura ini memang terkenal dengan gaya hidup minimalisnya.

Di mana penduduk Jepang membeli apa yang mereka butuhkan dan mereka akan mengurangi barang-barang yang dirasa kurang terpakai. Mungkin hal ini akan terasa sulit bagi sebagian orang yang konsumtif, namun apa salahnya kita mencoba menerapkan 15 gaya hidup minimalis ala orang Jepang sebagai berikut.

  1. Hidup Rapi

Hidup rapi adalah semua harus tertata dengan rapi. Kita bisa merapikan barang-barang yang tidak lagi terpakai. Kita bisa menggunakan metode 90/90 saat merapikan barang-barang.

Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah barang tersebut terpakai 90 hari terakhir, atau apakah barang tersebut akan kita gunakan dalam waktu 90 hari ke depan?

Jika jawabannya tidak maka, barang tersebut tidak lagi kita gunakan. Sehingga barang tersebut dapat  kita buang, jual, atau kita hibahkan kepada orang-orang yang memang membutuhkannya. 

  1. Merapikan Rumah Secara Berkala

Cara berikutnya adalah, merapikan rumah secara berkala. Beauties bisa merapikan rumah seminggu sekali, dua minggu sekali, atau sebulan sekali. Hal ini bermanfaat, agar Beauties mengetahui apakah ada barang yang menumpuk tidak digunakan lagi atau masih digunakan.

Jika tidak digunakan lagi, bisa segera kita buang atau jual. 

  1. Membeli Barang Sesuai Kebutuhan

Membeli barang sesuai kebutuhan adalah hal positif bagi keuangan kita. Terkadang motif yang lucu membuat kita konsumtif. Sehingga fokuslah pada kebutuhan bukan keinginan. Ada baiknya Beauties membuat daftar belanja yang sesuai kebutuhan agar tidak terjadi over budget. 

  1. Pilih Kualitas bukan Kuantitas

Yup, ketika membeli sesuatu kita harus memerhatikan kualitas produk tersebut, meskipun mahal sedikit tetapi memiliki kualitas yang bagus dan tahan lama, why not? 

Bukan cenderung pada kuantitas, buat apa banyak, tetapi tidak memiliki manfaat? Jadi fokuslah pada kualitas bukan kuantitas ya, Beauties. 

  1. Kurangi Ikatan Emosi pada Suatu Barang

Memiliki ikatan emosi pada suatu barang akan sulit kita melepasnya, padahal barang tersebut sudah lama tersimpan di gudang tetapi tidak memiliki manfaatnya dalam hidup.

Cobalah untuk mengurangi ikatan emosi pada suatu barang, sehingga ketika Beauties ingin menjual atau membuangnya tidak akan terasa berat lagi. 

  1. Kurangi Isi Lemari

Mulai sekarang sering-seringlah pereiksa isi lemari ya, Beauties. Mungkin ada beberapa pakaian yang bisa kita preloved atau kita hibahkan. Cukup pakai beberapa pakaian yang memang dibutuhkan. Sehingga lemari akan terlihat lengang dibanding sebelumnya. 

  1. Terapkan Pergantian Barang bukan Penambahan

Ketika kita memiliki sepatu atau pakaian yang sudah tidak bisa digunakan lagi, tidak ada salahnya kita membuang barang tersebut, bukan dengan cara menyimpannya di lemari. Kita boleh saja membeli yang baru dengan tujuan menggantikan kegunaan barang yang sudah tak layak pakai tersebut. 

  1. Memiliki Pakaian yang Cukup

Pada umumnya masyarakat dari negeri bunga Sakura ini tidak memiliki pakaian yang berlebih, mereka cukup mempunyai pakaian yang memang mereka butuhkan. Seperti, pakaian kerja dan pakaian aktivitas sehari-hari saja. Cobalah menerapkan hal ini agar hidup lebih minimalis. 

  1. Mengurangi Perabotan Rumah Tangga

Siapa nih yang gemar sekali mengoleksi perabotan rumah tangga? Mulai sekarang coba untuk menguranginya, yuk. Umumnya rumah-rumah orang Jepang terkesan luas dan lega, karena mereka hanya membeli prabot rumah tangga yang memang mereka butuhkan.

Hal ini bermanfaat untuk penghematan waktu saat merapikan rumah dan sirkulasi udara yang baik, sehingga rumah akan terasa sejuk dan nyaman. (smi)

 

Editor : Nurismi
#Frugal Living #berau #gaya hidup #minimalis #kaltim