BerauPost - Yayyy!!! Weekend telah tiba Wal, mungkin sebagian besar dari Anda merencanakan untuk bepergian ke luar kota dengan kendaraan pribadi.
Perjalanan jarak yang jauh membuat Anda sering mengantuk, terutama jika mengemudi sendirian. Tahukah Anda faktanya jalan yang lurus ternyata lebih berisiko menyebabkan kantuk daripada jalan yang berkelok-kelok.
Jalanan tol yang cenderung monoton dapat membuat Anda merasakan bosan yang pada akhirnya mempercepat munculnya rasa ngantuk. Sekitar 35 persen kecelakaan pengendara terjadi akibat kelalaian, yang salah satunya disebabkan oleh kondisi tidur singkat kurang dari tiga puluh detik (microsleep).
Microsleep jua menjadi ancaman bagi driver ojek online terutama saat menerima banyak pesanan yang menguras energi, menyebabkan rasa lelah tak tertahankan dan memicu microsleep. Selain itu, kondisi ini juga berisiko bagi pekerja yang mengoperasikan mesin besar, arena jika kehilangan fokus sesaat dapat membahayakan nyawa mereka.
Merujuk pada www.ui.ac.id microsleep adalah kondisi seseorang yang mengalami tidur singkat kurang dari 30 detik, seseorang akan kehilangan perhatian atau fokus pada situasi tertentu. Kondisi ini bisa terjadi karena hanya sebagian kecil dari otak yang mampu menerima stimulasi.
Tanda seseorang mengalami microsleep antara lain, tatapan mata kosong, kepala sering menunduk tanpa kesadaran, tubuh yang tersentak, dan hilangnya kesadaran ingatan pada aktivitas 1-2 menit lalu. Sementara itu, gejala utama microsleep adalah menguap terlalu sering, mata kabur, sering berkedip dan membuka mata. Sementara itu, cara untuk menghindari microsleep antara lain:
-
Tidur cukup
Istirahat dengan tidur selama 7-9 jam dapat membantu Anda menyegarkan pikiran dan fisik. Hindari penggunaan gawai menjelang tidur malam. Melansir dari www.ui.ac.id dokter spesialis saraf menjelaskan seseorang cenderung lebih rentan mengalami microsleep sekitar tiga jam. Jika seseorang terbiasa tidur pukul sembilan malam, maka Anda harus tiba di lokasi 3 jam sebelum waktu tersebut. Pastikan untuk tidur terlebih dahulu sebelum berkendara terutama jika menempuh perjalanan jauh, agar terhindar dari microsleep
-
Jangan menyetir ketika kelelahan
Jika Anda sudah merasa capek dan gejala microsleep mulai muncul, sebaiknya Anda berhenti di rest area atau menunda perjalanan untuk beristirahat. Jangan memaksakan diri untuk berkendara di saat kondisi tubuh letih, karena dapat membahayakan orang lain dan dapat mengancam nyawa.
-
Istirahat setiap 2 jam
Ketika Anda melakukan perjalanan jarak jauh, berhenti dan istirahatlah selama 15-30 menit per jam untuk mengurangi resiko microsleep
-
Konsumsi kopi
Mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein dapat membantu Anda untuk mengembalikan fokus dan konsentrasi. Namun, perlu diingat bahwa kopi dan kafein mungkin tidak sepenuhnya menyegarkan tubuh Anda. Selain mengkonsumsi kafein Anda juga bisa mengunyah permen atau menikmati camilan, untuk menghilangkan rasa bosan.
-
Bergantian dalam mengemudi
Apabila pergi dengan beberapa orang, jangan paksakan diri Anda untuk menyetir terus-terusan. Ajaklah teman untuk bergantian pada saat mengemudi untuk menghindari kelelahan yang berlebihan.
6. Hindari makan terlalu banyak
Makan berat sebelum berkendara dapat membuat tubuh merasa lebih cepat mengantuk. Terlalu kenyang dapat mempengaruhi fungsi otak sehingga rasa kantuk akan muncul dengan cepat.
-
Nyalakan musik atau mengobrol dengan penumpang
-
Hindari penggunaan obat-obatan
Jangan mengkonsumsi alkohol, obat-obatan, ataupun zat terlarang yang dapat mempengaruhi kesadaran dan kemampuan Anda saat mengemudi. Selalu jaga kewaspadaan Anda dengan sesekali melepaskan pandangan ke luar kendaraan supaya tidak cepat bosan. (jpg/smi)
Editor : Nurismi