BerauPost - “Wal kayaknya, aku pernah ke sini nah.”
“Nggak mungkin,lah. Tempatnya lok baru buka hari ini.”
“Masa? Sumpah nah aku Wal, nda asing aku sama tempatnya.”
Banyak di antara kita yang mengalami hal serupa kan Wal. Pergi ke suatu tempat dan merasa tempat itu pernah dikunjungi sebelumnya, padahal kali pertama ke sana. Hal ini dinamakan sebagai fenomena dejavu, Wal.
Dejavu: fenomena yang bikin bingung tapi juga unik banget, Wal. Berau Post akan bahas secara santai, energik, dan pastinya penuh informasi tentang dejavu, dan kenapa bisa terjadi. Yuk, simak, Wal!
Dejavu adalah
Dejavu, sebuah kata yang sering didengar, apalagi kalau kita ngerasa sedang berada disituasi yang seolah sudah kita alami sebelumnya.
Coba bayangin, lagi ngobrol sama temen, tiba-tiba ngerasa "Eh, kayaknya kita pernah bahas ini ya?" Nah, itu dia yang dinamakan dejavu.
Biasanya, perasaan ini muncul dalam waktu yang singkat, namun bisa sangat mengganggu. Tapi tenang, ini bukanlah hal yang aneh kok.
Bagaimana Dejavu Terjadi?
Secara ilmiah, dejavu terjadi ketika otak kita merasa seperti pernah mengalami suatu peristiwa sebelumnya, padahal itu baru pertama kali terjadi.
Fenomena ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti gangguan memori atau cara otak memproses informasi.
Menurut ahli saraf, dejavu bisa jadi hasil dari kesalahan otak dalam menyusun ingatan kita. Ada kalanya otak kita memproses ingatan baru dan lama secara bersamaan, sehingga kita merasa sudah pernah mengalaminya.
Dejavu dan Otak
Kita tau kalau otak manusia itu rumit, bahkan lebih rumit dari hubungan pacar yang penuh drama, uppssss!
Ketika kita mengalami dejavu, itu bisa berarti ada bagian otak yang bekerja lebih cepat dari yang lainnya.
Salah satu penjelasannya adalah hipokampus, bagian otak yang mengatur memori dan perasaan.
Jadi, jika ada gangguan dalam cara informasi diproses, kita bisa merasa seperti sudah mengalaminya sebelumnya.
Psikologi di Balik Dejavu
Menurut para psikolog, dejavu bukan hanya soal ingatan, tapi juga soal persepsi. Ketika kita berada dalam situasi yang mirip dengan pengalaman masa lalu, otak kita berusaha mencocokkan situasi itu dengan memori yang ada. Jika proses pencocokannya sedikit meleset, kita akan merasakan sensasi deja-vu.
Jadi, dejavu juga bisa dikaitkan dengan perasaan nostalgia atau bahkan kecemasan yang tidak disadari yah, Wal.
Dejavu dan Persepsi Waktu
Fenomena dejavu juga berhubungan dengan persepsi kita terhadap waktu.
Dalam beberapa kasus, kejadian yang kita alami mungkin terkesan seperti terjadi di masa lalu karena otak kita yang memanipulasi waktu secara sementara.
Waktu bisa jadi terasa lebih lambat atau lebih cepat, sehingga kita merasa sudah pernah mengalaminya.
Dejavu pada Kondisi Stres
Dejavu juga sering terjadi ketika kita berada dalam kondisi stres. Ternyata, ketika tubuh kita dalam keadaan tertekan, otak bisa mengalami gangguan dalam memproses informasi.
Jadi, kamu mungkin sering merasa seperti sudah tau apa yang akan terjadi, padahal itu hanya karena otakmu sedang berusaha menghubungkan ingatan dengan situasi yang sedang berlangsung.
Gimana, Wal sudah pahamkan sekarang tentan Dejavu yang sering kita alami. Kalau belum paham, coba tanya Kak Gem, Wal hehe. Bagikan artikel ini ke Bubuhanmu yang sering alami Dejavu, Wal. (smi)
Editor : Nurismi