Ini Alasan Psikologisnya Wal, Mengapa Seseorang Suka Mengunggah Postingan Diri Sendiri!!
Beraupost• Senin, 6 Januari 2025 | 18:10 WIB
Seorang perempuan sedang selfie (Pinterest)
BerauPost – Dewasa ini, media sosial bak tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Apalagi, mengingat fitrah setiap manusia yang memiliki dorongan alami untuk berbagi pengalaman dan cerita dengan orang lain.
Alhasil, di era digital saat ini media sosial menjadi platform utama untuk mengekspresikan diri, termasuk melalui unggahan foto dan konten pribadi.
Seperti dilansir dari Everyone Social, menurut “The Psychology of Sharing” yang diterbitkan New York Times, ada lima alasan psikologis kenapa kita atau banyak orang suka membagikan foto atau konten pribadi di sosial media.
Membangun Identitas Diri
Berbagi konten di media sosial memungkinkan individu untuk menampilkan citra diri yang diinginkan. Menurut sebuah studi dari New York Times, 68 persen orang berbagi di media sosial untuk mengomunikasikan siapa mereka dan apa yang mereka pedulikan.
Mencari Validasi dan Pengakuan
Unggahan yang mendapatkan "suka" atau komentar positif dapat meningkatkan rasa harga diri dan memberikan perasaan diterima dalam komunitas daring. Interaksi semacam ini dapat memicu pelepasan dopamin di otak, yang berperan dalam perasaan senang dan puas.
Memperkuat Hubungan Sosial
Berbagi momen pribadi dapat menjadi cara untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, terutama yang berada jauh. Sebanyak 73% orang berbagi secara daring untuk bertemu dengan orang lain yang memiliki minat yang sama dan 78% berbagi karena memungkinkan mereka berkomunikasi dengan orang yang sebaliknya tidak akan mereka hubungi.
Menyebarkan Informasi dan Inspirasi
Beberapa individu merasa terdorong untuk membagikan informasi yang dianggap bermanfaat atau inspiratif bagi orang lain. Hal ini dapat mencakup artikel, kutipan motivasi, atau pengalaman pribadi yang dapat memberikan pelajaran bagi audiens mereka.
Pengaruh Emosi dalam Berbagi
Konten yang membangkitkan emosi kuat, baik positif maupun negatif, cenderung lebih sering dibagikan. Emosi memainkan peran penting dalam keputusan seseorang untuk berbagi konten di media sosial.
Dampak pada Kesehatan Mental yang Bisa Terjadi jika Melakukan Aktifitas yang Berlebihan di Soial Media
Meskipun berbagi di media sosial dapat memberikan manfaat, seperti perasaan terhubung dan didukung, penggunaan berlebihan atau ketergantungan pada validasi daring dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.
Dilansir dari HelpGuide.org, banyak penelitian menemukan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan sangat berhubungan dengan peningkatan risiko depresi, kecemasan, kesepian, menyakiti diri sendiri, dan bahkan pikiran untuk bunuh diri. Jadi, penting untuk menggunakan media sosial secara seimbang dan sadar akan dampaknya terhadap kondisi emosional diri sendiri.
Secara keseluruhan, dorongan untuk membagikan foto dan konten pribadi di media sosial dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, termasuk keinginan untuk membangun identitas diri, mencari validasi, memperkuat hubungan sosial, dan menyebarkan informasi. Memahami motivasi ini dapat membantu individu menggunakan media sosial dengan lebih bijaksana dan seimbang. (jpg/smi)