Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Stop Sekarang! Kebiasaan Memanaskan Ulang Makanan Ini Justru Berbahaya

Beraupost • Sabtu, 19 April 2025 | 12:30 WIB
Ilustrasi makanan yang bisa berbahaya saat dipanaskan ulang (foto: freepik)
Ilustrasi makanan yang bisa berbahaya saat dipanaskan ulang (foto: freepik)

BerauPost - Memanaskan makanan sisa sudah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi banyak orang, apalagi demi menghemat waktu dan mengurangi pemborosan.

Namun siapa sangka, beberapa jenis makanan yang terlihat aman dan lezat justru bisa berubah menjadi ancaman tersembunyi saat dipanaskan ulang.

Perubahan suhu yang berulang pada makanan tertentu ternyata bisa memicu reaksi kimia yang mengubah kandungan gizi menjadi zat berbahaya bagi tubuh.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui jenis-jenis makanan apa saja yang sebaiknya tidak boleu dipanaskan ulang. Jangan sampai niat baik menyajikan makanan hangat justru membawa risiko besar bagi tubuh.

Dilansir dari laman The Takeout pada Jumat (18/4), berikut merupakan 12 makanan yang bisa berbahaya saat dipanaskan ulang.

1. Bayam

Bayam mengandung nitrat yang bisa berubah menjadi senyawa nitrosamin saat dipanaskan ulang, dan senyawa ini bisa meningkatkan risiko kanker.

Jika bayam disimpan terlalu lama atau terkena panas berlebih, risiko kesehatannya akan semakin besar. Karena itu, sebaiknya hindari memanaskan ulang bayam dan segera simpan di kulkas jika ingin dikonsumsi lagi.

2. Kentang

Kentang yang dipanggang dan dibungkus aluminium foil bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya Clostridium botulinum, terutama jika disimpan dalam keadaan dibungkus.

Bakteri ini bisa menyebabkan botulisme, yakni penyakit serius yang bahkan bisa berakibat fatal.

Meskipun dipanaskan ulang, spora bakteri ini tetap bisa bertahan. Jadi, sebaiknya simpan kentang tanpa bungkus aluminium dan segera simpan di kulkas setelah matang.

3. Minyak goreng bekas

Minyak yang sudah pernah digunakan untuk menggoreng dan kemudian dipanaskan ulang bisa menghasilkan senyawa beracun.

Minyak ini menjadi tidak stabil dan dapat menyebabkan peradangan hati, kerusakan otak, kolesterol tinggi, serta masalah usus besar. Karena itu, lebih baik buang minyak bekas dengan aman dan gunakan minyak baru setiap kali menggoreng.

4. Ayam

Ayam adalah sumber utama bakteri salmonella. Meskipun sudah dimasak, jika ayam tidak disimpan dan dipanaskan ulang dengan benar, bakteri ini bisa tetap bertahan atau berpindah dari lingkungan sekitar.

Saat memanaskan ayam, pastikan suhunya mencapai 165°F (sekitar 74°C) agar semua bakteri mati dan aman dikonsumsi.

5. Wortel

Wortel juga mengandung nitrat tinggi, dan saat dipanaskan ulang, nitrat ini bisa berubah menjadi nitrosamin yang berisiko menyebabkan kanker, terutama kanker perut, kerongkongan, dan usus besar.

Untuk menghindari hal ini, sebaiknya hindari memasak wortel dengan suhu tinggi dan jangan memanaskannya lagi setelah matang.

6. Makanan laut (seafood)

Ikan dan makanan laut bisa mengandung racun alami seperti ciguatera atau histamin (scombroid), yang tidak bisa dihilangkan dengan memasak atau memanaskannya ulang.

Ikan mungkin terlihat dan terasa normal, tetapi bisa saja sudah berbahaya. Jadi, penting untuk menyimpan ikan dengan benar dan menghindari memanaskan ulang yang dapat berisiko tinggi bagi kesehatan.

7. Telur rebus

Telur yang sudah dimasak dan kemudian dipanaskan ulang bisa menjadi berbahaya jika tidak disimpan dengan benar. Bakteri seperti Salmonella bisa berkembang, terutama jika telur tidak matang sempurna sebelumnya.

Sebaiknya simpan di kulkas dan panaskan dengan suhu cukup agar tetap aman dikonsumsi.

8. Daging olahan (seperti sosis, nugget, atau ham)

Daging olahan yang dipanaskan berulang kali bisa membentuk senyawa berbahaya seperti nitrosamin. Selain itu, jika tidak disimpan dengan benar, makanan ini juga berisiko terkontaminasi bakteri. Pastikan hanya dipanaskan sekali dan disimpan dalam suhu dingin sebelumnya.

9. Nasi

Nasi yang sudah dimasak dan kemudian dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan bisa menjadi tempat tumbuhnya bakteri Bacillus cereus. Bakteri ini tidak bisa dibunuh hanya dengan dipanaskan kembali.

Jika nasi tidak segera disimpan di kulkas setelah dimasak, bakteri ini bisa berkembang dan menghasilkan racun yang menyebabkan keracunan makanan.

Jadi, penting untuk langsung mendinginkan nasi setelah dimasak dan menyimpannya dengan benar.

10. Jamur

Jamur yang sudah dimasak dan disimpan terlalu lama bisa cepat rusak dan menjadi sarang bakteri berbahaya seperti salmonella, listeria, dan staphylococcus.

Beberapa jenis bakteri ini tahan panas, jadi meskipun dipanaskan ulang, tetap bisa menyebabkan keracunan. Namun, jika jamur berasal dari kaleng atau dikeringkan, biasanya lebih aman asalkan disimpan dengan benar.

11. Cabai

Memanaskan ulang cabai, terutama di microwave, bisa berbahaya. Saat dipanaskan, senyawa capsaicin pada cabai bisa menyebar ke udara dan menyebabkan iritasi yang sangat kuat, mirip seperti terkena semprotan merica. Hal ini bisa menyebabkan bahaya kesehatan. Jadi, lebih baik hindari memanaskan cabai dalam microwave.

12. Bit (Beetroot)

Bit juga mengandung nitrat yang bisa berubah menjadi nitrosamin saat terkena panas tinggi, dan ini bisa meningkatkan risiko kanker.

Karena itu, sebaiknya hindari memanaskan ulang jenis makanan ini. Sebagai alternatif, bit bisa dijadikan acar dan disimpan di kulkas, lalu dimakan dingin sebagai salad atau camilan sehat.(jpg/smi)

Editor : Nurismi
#Dipanaskan Ulang #memanaskan makanan #berbahaya