TANJUNG REDEB - Dua hari berturut-turut l amukan 'si jago merah' terjadi di wilayah Bumi Batiwakkal. Hal ini patut menjadi perhatian masyarakat, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
Menurut statistik, 80 persen kebakaran rumah terjadi akibat kelalaian manusia, sedangkan 20 persen lainnya melibatkan faktor-faktor tak terduga yang sebenarnya masih bisa dicegah dengan tindakan pencegahan yang tepat.
Oleh karena itu, penting bagi setiap pemilik rumah untuk menyadari potensi bahaya di sekeliling mereka dan mengambil langkah-langkah proaktif guna mengurangi risiko terjadinya kebakaran.
Dengan pemahaman dan usaha yang baik, risiko kebakaran di rumah dapat diminimalisir secara signifikan, melindungi tempat tinggal serta keluarga dari ancaman yang dapat dihindari.
Berikut ulasan tentang langkah pencegahan kebakaran di rumah yang Berau Post rangkum dari berbagai sumber, Kamis (10/12).
1. Jangan Tinggalkan Dapur saat Memasak
Kebakaran kerap terjadi berawal dari dapur. Saat memasak, jangan tinggalkan dapur tanpa pengawasan. Tabung gas berpotensi bocor, memicu percikan api, atau bahkan meledak, yang berujung pada kebakaran serius.
Jika sudah selesai memasak, matikan semua alat. Kompor dan peralatan dapur yang menggunakan listrik berpotensi menyulut api, terutama jika ada gas yang bocor di sekitarnya.
2. Jangan menggunakan listrik di luar kapasitas
Penting untuk tidak membebani jaringan listrik di rumah melebihi kapasitasnya. Penggunaan alat elektronik berlebihan bisa menyebabkan penurunan daya dan arus pendek. Hal ini juga berlaku untuk penggunaan stop kontak atau kabel roll. Jika terlalu banyak perangkat elektronik yang terhubung, suhu perangkat tersebut bisa naik drastis, memicu korsleting dan akhirnya kebakaran.
3. Jangan Merokok Berdekatan dengan Benda yang Mudah Terbakar
Merokok dekat benda yang mudah terbakar seperti kertas, plastik, atau kayu dapat dengan cepat menyebabkan kebakaran. Selain itu, puntung rokok yang belum benar-benar mati sering kali menjadi pemicu api jika dibuang sembarangan.
4. Jauhkan Anak dari Benda yang Mudah Terbakar
Anak-anak harus dijauhkan dari benda-benda yang mudah menimbulkan kebakaran, seperti kompor gas dan kembang api. Meski terlihat sepele, kebiasaan anak meniru aktivitas orang dewasa, seperti bermain di dapur atau menyalakan kembang api tanpa pengawasan, bisa berakibat fatal. Kebocoran gas atau percikan api dari kembang api dapat memicu kebakaran dengan sangat cepat.
5. Pastikan Alat Elektronik Dimatikan dan Dicabut saat Berpergian
Jika Anda berencana bepergian selama lebih dari dua hari, pastikan untuk mencabut semua peralatan elektronik dari stop kontak. Hal ini dilakukan untuk menghindari konsumsi daya berlebih atau terjadinya korsleting akibat arus pendek, terutama jika terjadi pemadaman listrik. Saat daya listrik kembali dinyalakan, arus listrik yang tidak stabil bisa menyebabkan korsleting yang memicu kebakaran. Jika bepergian dalam waktu lama, matikan saklar utama untuk keamanan ekstra.
6. Hindari Membakar Sampah
Membakar sampah di dekat rumah tidak hanya menimbulkan risiko polusi udara, tetapi juga berbahaya karena api bisa menyebar dengan cepat dan menyebabkan kebakaran rumah. Beberapa daerah bahkan sudah memberlakukan larangan membakar sampah secara mandiri. Sebaiknya, kumpulkan sampah untuk diangkut oleh petugas kebersihan dan dikelola dengan aman di tempat pembuangan akhir (TPA) atau didaur ulang. (smi)
Editor : Nurismi