BERAU POST – Menjelang pelaksanaan Big Bam Festival 2026, panitia Big Bam Festival 2026, menggelar konferensi pers di Story Mount Cafe and Resto, Rabu (22/4), untuk mematangkan persiapan sekaligus memastikan kesiapan acara yang akan berlangsung selama tiga hari.
Project Director Big Bam Festival 2026, Hendra Kuswara menyampaikan, gelaran Big Bam Festival 2026 siap digelar sebagai ajang hiburan sekaligus ruang kolaborasi kreatif yang menyasar generasi muda di Berau.
Dibebernya, hingga saat ini persiapan sudah semakin matang. Big Bam Festival 2026 dirancang sebagai wadah yang menyatukan berbagai elemen musik, kreativitas, komunitas, serta energi anak muda dalam satu ruang.
“Event ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dan diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat Berau dan sekitarnya,” katanya, Rabu (22/4).
Adapun festival ini akan menghadirkan sejumlah penampil dalam tiga hari pelaksanaan. Pada 30 April akan tampil Band Vierratale dan +Vibes, dilanjutkan Anggis Devaki pada 1 Mei, serta Juan Reza sebagai penutup.
Dirinya menekankan pentingnya aspek keamanan selama kegiatan berlangsung. Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga kondusivitas agar acara berjalan lancar. “Saya berpesan keamanan acara supaya kondusif, jangan sampai masalah-masalah kecil menjadi besar,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu Direksi PT Zeev Ismaya Fortuna, Muhammad Taufik Hidayat, menjelaskan, Big Bam Festival merupakan hasil kolaborasi dari berbagai konsep event yang telah dikembangkan sebelumnya, termasuk event kuliner dan pencarian bakat.
“Kami sudah membuat schedule untuk event. Event kami juga banyak, salah satunya event kuliner dan event pencarian bakat. Big Bam ini adalah kolaborasi keduanya,” jelasnya.
Konsep festival ini juga diarahkan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat yang bekerja pada hari kerja. Dengan memanfaatkan momentum akhir pekan panjang, pengunjung diharapkan dapat menikmati konser dan berbagai aktivitas yang tersedia.
Dari sisi ekonomi, penyelenggara optimistis event ini mampu memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebelumnya, kegiatan serupa seperti “Mamam Fest” mampu mencatat perputaran ekonomi hingga Rp300 juta. Untuk Big Bam Festival, target perputaran ekonomi diproyeksikan mencapai angka miliaran rupiah.
“Kami tidak hanya mengajak UMKM kuliner, tapi juga ada UMKM sektor lain. Mudah-mudahan event kali ini targetnya miliaran,” tambahnya.
Untuk kapasitas, venue di Story Mount yang disiapkan mampu menampung hingga 15 ribu orang, dengan target kehadiran sekitar 10 ribu penonton.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 6 ribu tiket telah terjual. Penjualan tiket masih dibuka hingga hari pelaksanaan, termasuk penukaran tiket yang tetap dilayani sampai hari H.
Menariknya, festival ini juga menarik minat pengunjung dari luar daerah seperti Sangatta, Malinau, Nunukan, Tarakan, hingga Bulungan.
Selain pertunjukan musik, Big Bam Festival juga menghadirkan berbagai aktivitas yang melibatkan sponsor dan pengunjung secara langsung. Tidak sekadar membuka booth, para sponsor turut menghadirkan beragam kegiatan interaktif di lokasi acara.
Big Bam Festival 2026 diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan ekosistem event di Berau, baik yang digagas pemerintah maupun pihak swasta, serta memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif di daerah. (aja/hmd)
Editor : Nurismi