Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Tak Perlu Ganti Tabung Berkala, PGN Tawarkan Solusi Gas Rumah Tangga Berkelanjutan

Nurismi • Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:20 WIB
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. (ANTARA)
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. (ANTARA)

BERAU POST - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan jaringan gas bumi (jargas) berbasis Compressed Natural Gas (CNG) dapat mempercepat akses energi bersih bagi masyarakat di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa gas.

Yuliot saat meninjau implementasi jargas berbasis CNG di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, menjelaskan pemerintah menargetkan 160 ribu sambungan rumah tangga jargas pada 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Sumatra dan Kalimantan.

"Untuk tahun 2026, target 160 ribu sambungan rumah tangga di berbagai kota akan dipercepat. Lelangnya baru akan dilakukan akhir Juli ini. Jadi secara teknis, ada kajian untuk kesiapan masing-masing kota yang saat ini sedang diselesaikan," katanya.

Pengembangan tersebut, lanjut dia, disesuaikan dengan kesiapan daerah serta kedekatannya dengan sumber gas bumi yang akan didistribusikan melalui skema CNG.

Menurut Yuliot, pengembangan jargas berbasis CNG atau beyond pipeline menjadi solusi pemerataan akses energi tanpa harus menunggu pembangunan jaringan pipa transmisi gas bumi yang membutuhkan waktu dan investasi besar.

Ia menambahkan pemerintah juga tengah menyiapkan peningkatan jumlah sambungan rumah tangga pada tahun berikutnya melalui dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Dan tahun depan, dari pembiayaan APBN, justru kita akan tingkatkan totalnya menjadi 1 juta satuan sambungan rumah. Jadi ini juga lagi kita persiapkan untuk anggaran tahun 2027. Untuk tahun 2028, itu sudah bisa untuk 1 juta satuan sambungan rumah terlaksana," katanya.

Di Kabupaten Sleman, implementasi jargas berbasis CNG saat ini telah melayani 4.545 sambungan rumah tangga, enam pelanggan kecil, dan empat pelanggan komersial.

Jaringan distribusi gas yang dibangun memiliki panjang lebih dari 141 kilometer untuk mendukung penyaluran gas bumi kepada pelanggan.
 
Rata-rata penyaluran gas bumi kepada pelanggan jargas di Sleman mencapai sekitar 84 ribu meter kubik per bulan atau setara dengan pemanfaatan sekitar 64 metrik ton LPG per bulan.

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengatakan inovasi CNG Clustering menjadi solusi efektif untuk memperluas akses gas bumi di wilayah yang belum terhubung dengan jaringan transmisi utama.

"Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan, karena CNG yang bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan dengan sistem klaster agar mengalir dengan aman ke dapur-dapur rumah tangga," katanya.

Ia menegaskan dengan pengawasan yang ketat dan teknologi pengaturan tekanan (PRS) yang andal, aliran gas bumi ke dapur-dapur dipastikan aman untuk penggunaan sehari-hari.

Kehadiran jargas menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses energi bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.

Bagi pengguna rumah tangga, layanan tersebut juga memberikan kemudahan karena pasokan gas tersedia secara berkelanjutan tanpa perlu mengganti tabung secara berkala.

Editor : Nurismi
#CNG #kementerian esdm #jargas