Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Harga Minyak Dunia Merosot, Pertamina Buka Peluang Turunkan Harga BBM Jenis Pertamax

Nurismi • Kamis, 18 Juni 2026 | 05:15 WIB
Antrean memanjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kawasan Tanjung Redeb pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax. (MARNI/BP)
Antrean memanjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kawasan Tanjung Redeb pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax. (MARNI/BP)

BERAU POST - Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengatakan turunnya harga minyak mentah dunia tidak otomatis menyebabkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

Ia menjelaskan, hal tersebut terjadi karena terdapat proses yang cukup panjang dari minyak mentah menjadi BBM yang siap dikonsumsin oleh masyarakat.

“Tren harga minyak mentah tidak otomatis merubah harga jual BBM di dalam negeri di saat yang bersamaan, ada jeda waktu demikian juga saat harga naik. Hal ini karena ada tahap/proses lanjutan setelah harga internasional berubah,” ujar Roberth saat dikonfirmasi, Rabu (17/6).

Roberth mengatakan, harga BBM di dalam negeri mengacu pada harga minyak dunia dalam kurun waktu 1 bulan. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa Pertamina telah menahan harga Pertamax cukup lama.

Pasalnya, perang antara Amerika Serikat dan Iran yang terjadi sejak Februari 2026 membuat harga minyak mentah dunia melonjak cukup signifikan hingga mencapai level tertinggi di harga diatas USD 100 per barel.

⁠”Harga Pertamax sebagai contoh telah melalui periode waktu dimana harga keekonomiannya dipertahankan dengan harga lama, hal ini berbeda dengan harga Solar Non Subsidi yang memang mengikuti harga pasar,” ujarnya.

Roberth melanjutkan, Pertamina membuka kemungkinan harga BBM jenis Pertamax akan turun mengikuti tren turunnya harga minyak mentah dunia hingga berada pada harga dibawah USD 80 per barel.

“Tentunya karena Pertamax adalah BBM Non Subsidi, maka kemungkinan / pasibility harga akan fluktuatif adalah benar. Bisa juga Turun Harga,” ucapnya.

Ia berharap kondisi konflik di timur tengah san kondisi geopolitik dapat segera membaik, Hal ini akan dapat berdampak pada kembali normalnya kondisi harga minyak dunia.

“Yang akan berdampak pada penurunan harga minyak dunia, menguatnya posisi mata uang, dan harga jual BBM Non Subsidi dapat sesuai harga normal dan dapat diturunkan sesuai kondisi harga pasar,” ungkapnya.

Editor : Nurismi
#bbm #pertamax #harga minyak dunia