Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Beban Subsidi Energi Berkurang, Menkeu Purbaya Siap Alokasikan Dana untuk Program Prioritas Prabowo

Nurismi • Rabu, 17 Juni 2026 | 05:50 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

BERAU POST - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendapatkan angin segar setelah meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Menurutnya, redanya tensi yang terjadi sejak Februari 2026 di Timur Tengah akan menekan kebutuhan subsidi energi di Indonesia.

Hal tersebut dapat terjadi karena harga minyak mentah dunia melemah mendekati asumsi APBN 2026.

“Nah harusnya gitu kan,” ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Senin (15/6).

Adapun, dengan kondisi tersebut akan membuka ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk membiayai program prioritas Presiden Prabowo Subianto lainya.

“Kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi.Sehingga akan jauh berkurang ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh presiden,” ujarnya.

Meski begitu, Purbaya belum akan mengambil keputusan untuk menyikapi kondisi geopolitik global. Ia memastikan, pemerintah saat ini akan terus mencermati kondisi global yang akan berdampak terhadap perekonomian Indonesia.

“Jadi kita liat seperti apa dan baru kita adjust,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal pada Senin (15/6) dini hari untuk memperpanjang gencatan senjata yang masih rapuh sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis utama perdagangan energi global.

Kesepakatan ini akan mulai diimplementasikan setelah penandatanganan resmi pada Jumat di Swiss dengan mediasi Pakistan.

Dilansir dari The Seattle Times, Senin (15/6/2026), "AS dan Iran mencapai kesepakatan awal pada Senin dini hari yang akan memperpanjang gencatan senjata yang rapuh dan membuka kembali Selat Hormuz, namun tantangan segera muncul termasuk Israel yang menegaskan tidak akan mundur dari wilayah yang direbut di Lebanon."

Editor : Nurismi
#konflik timur tengah #program prioritas