Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tabungan Masyarakat Tetap Aman! LPS Sebut Konflik Global Tak Pengaruhi Simpanan Warga di Bank

Nurismi • Senin, 11 Mei 2026 | 05:30 WIB
Kepala LPS Anggito Abimanyu. (ANTARA)
Kepala LPS Anggito Abimanyu. (ANTARA)

BERAU POST - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyampaikan simpanan masyarakat di perbankan tidak terpengaruh oleh konflik geopolitik, dengan simpanan di bawah Rp 100 juta masih tumbuh 1,84 persen per Mei 2026.

“Tidak ada pengaruh gejolak global terhadap pola atau behavior dari simpanan kita,” ujar Kepala LPS Anggito Abimanyu dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), beberapa waktu lalu.

Anggito memaparkan bahwa simpanan masyarakat di perbankan untuk kelas di bawah Rp 100 juta tumbuh 1,84 persen per Mei 2026.

Lebih lanjut, simpanan masyarakat di perbankan untuk kelas di atas Rp 5 miliar pun melonjak 21,6 persen per Maret 2026.

“Ini karena pengaruh dari penempatan dana SAL (Saldo Anggaran Lebih) pemerintah di bank Himbara (Mandiri, BRI, BNI, BTN, BSI),” ucap Anggito.

Apabila tanpa dana pemerintah, tutur dia melanjutkan, simpanan masyarakat di perbankan untuk kelas di atas Rp 5 miliar pun tetap tumbuh di kisaran 9,6 persen.
 
Oleh karena itu, Anggito menyampaikan secara natural dana simpanan tersebut tetap tumbuh.

Terkait dengan porsi nominal simpanan, Anggito memaparkan porsi simpanan di perbankan dengan saldo di bawah Rp 100 juta adalah 11,26 persen dari seluruh simpanan, sedangkan porsi simpanan di perbankan dengan saldo di atas Rp 5 miliar mencapai 57,88 persen dari seluruh simpanan.

"Kalau secara agregat pertumbuhan dari DPK (Dana Pihak Ketiga) per Maret adalah 13,57 persen. Jadi, jawabannya tidak ada pengaruh (gejolak global),” ujar Anggito.

Dalam kesempatan tersebut, LPS bersama lembaga anggota KSSK lainnya akan semakin intensif memperkuat program kerja sama dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor perbankan dan asuransi dengan penekanan pada penguatan perlindungan nasabah serta peningkatan kepercayaan masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, LPS bersama OJK dan BPS telah memperluas skala dan ruang lingkup Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) sejak tahun ini, sehingga diharapkan dapat diperoleh hasil pemetaan yang komprehensif sebagai dasar pengembangan program inklusi dan edukasi lintas kelompok dan wilayah.

Saat ini, masih terdapat 15 juta penduduk Indonesia di usia produktif yang belum memiliki rekening perbankan. LPS bersama KSSK akan terus mendorong agar masyarakat memiliki akses rekening guna meningkatkan inklusi keuangan dan dapat memanfaatkan program prioritas Asta Cita Pemerintah secara lebih efisien dan efektif.

Editor : Nurismi
#tabung #perbankan #pertumbuhan