Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Antisipasi Krisis Selat Hormuz, Jepang Lepas Cadangan Minyak Rp58 Triliun demi Amankan Pasokan Energi

Nurismi • Senin, 27 April 2026 | 05:20 WIB
Penyimpanan Minyak Nasional Shibushi milik Jepang di Prefektur Kagoshima. (Kyodo)
Penyimpanan Minyak Nasional Shibushi milik Jepang di Prefektur Kagoshima. (Kyodo)

BERAU POST - Jepang kembali melepas cadangan minyak strategis untuk menjaga stabilitas pasokan energi. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian situasi di Selat Hormuz.

Seperti dilansir Kyodo, Minggu (26/4), pemerintah akan mulai melepas tambahan cadangan setara 20 hari konsumsi mulai 1 Mei. Kebijakan ini menyusul pelepasan sebelumnya yang sudah berjalan sejak pertengahan Maret.

Total cadangan yang akan dilepas mencapai 5,8 juta kiloliter. Nilainya diperkirakan sekitar 540 miliar yen (sekitar Rp58,3 triliun).
 
Langkah ini dilakukan meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah Jepang masih melihat risiko gangguan pasokan belum sepenuhnya hilang.

Cadangan minyak akan disalurkan dari 10 lokasi penyimpanan di seluruh Jepang. Distribusi dilakukan melalui empat perusahaan besar.

Perusahaan tersebut antara lain Eneos Corp., Idemitsu Kosan Co., Cosmo Energy Holdings Co., dan Taiyo Oil Co. 

Sebelumnya, Jepang telah melepas cadangan setara 50 hari konsumsi. Langkah itu diambil setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu kekhawatiran pasokan.

Jepang sangat bergantung pada minyak dari Timur Tengah. Lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya berasal dari kawasan tersebut.

Sebagian besar pasokan itu melewati Selat Hormuz. Jalur ini menjadi salah satu titik paling krusial dalam distribusi energi global.
 
Karena itu, setiap gangguan di kawasan tersebut langsung berdampak pada Jepang. Pemerintah memilih langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas energi domestik.

Editor : Nurismi
#minyak #selat hormuz