BERAU POST - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak tahu menahu perihal sumber gaji manajer Koperasi Desa Merah Putih, yang lowongannya sedang dibuka hingga 24 April ini.
Purbaya memastikan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya hanya perlu mengeluarkan Rp 40 triliun untuk membayar cicilan pembangunan program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.
"Koperasi saya enggak tahu. Tapi yang saya bayar ke koperasi kan, hanya cicilan Rp 40 triliun per tahun itu. Yang lain saya enggak paham," kata Purbaya usai menghadiri Simposium PT SMI 2026 di Hotel Ayana Midplaza Jakarta, Rabu (22/4).
Secara terpisah, Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Teddy Bharata menyampaikan perihal gaji manajer masih dalam proses pembahasan.
Menurutnya, besaran gaji yang diberikan akan disesuaikan dengan aturan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang berlaku dan nominalnya tidak diberikan secara asal.
"Kalau untuk gajinya, karena sudah disampaikan bahwa ini PKWT. PKWT kan ada aturannya, kita gak bisa ngasal memberikan gaji," kata Teddy Bharata, belum lama ini.
"Jadi don't worry, gak usah terlalu, ini karena tentu lagi dibahas juga terkait dengan gaji," imbuhnya.
Lebih lanjut, Teddy menyebut bahwa anggaran gaji manajer Kopdes Merah Putih tidak bersumber dari dana Rp 3 miliar yang berasal dari pinjaman bank himbara. Ia hanya mengatakan sumber dana gaji berasal dari pemerintah.
Ia pun mengatakan bahwa besaran gaji manajer di setiap wilayahnya tidak akan sama. Saat disinggung soal sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) masing-masing wilayah, ia tak menjawab gamblang, hanya menyampaikan bakal disesuaikan.
"(Gaji manajer Kopdes Merah Putih Dari Rp 3 miliar itu?) Bukan, dari pemerintah. Sesuai aturannya, kan menyesuaikan, gak bisa sama. Yang lainnya kan disiapkan oleh Agrinas Pangan," tukasnya.