Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Menaker Soroti 5 Level Kematangan Hubungan Industrial di Karawang: Bridgestone Menuju Tahap Transformatif

Nurismi • Sabtu, 18 April 2026 | 05:25 WIB
 Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (HUMAS KEMENAKER UNTUK BP)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (HUMAS KEMENAKER UNTUK BP)

BERAU POST - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli hadir secara langsung dalam prosesi penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVI periode 2026–2028 antara manajemen PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) dan serikat pekerja.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (16/4) di fasilitas Bridgestone Indonesia Karawang Plant (KP), Kabupaten Karawang.

Penandatanganan PKB XVI ini menjadi bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis sekaligus memperkuat sinergi antara manajemen dan pekerja.

Dalam sambutannya, Yassierli memberikan apresiasi atas keberhasilan manajemen dan Serikat Pekerja Bridgestone Indonesia dalam membangun hubungan industrial yang matang dan berkelanjutan.
 
“Kita ingin hubungan industrial naik kelas, tidak hanya harmonis, tetapi juga proaktif dan transformatif, di mana pekerja dan perusahaan memiliki visi bersama untuk meningkatkan daya saing. Ada lima level maturitas Hubungan Indusrial, yakni terfragmentasi, Patuh, Harmonis, Proaktif dan Transformatif,” ungkap Yassierli.

“Bridgestone Indonesia berada di antara Proaktif dan Transformatif, oleh karenanya diharapkan perusahaan bisa terus meningkatkan level maturitas hubungan industrialnya dan menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan bahwa secara nasional, tingkat kematangan hubungan industrial di berbagai perusahaan masih bervariasi, mulai dari tahap terfragmentasi, kepatuhan, hingga harmonis.

Dalam konteks tersebut, Bridgestone Indonesia dinilai telah mencapai level hubungan industrial yang harmonis, ditandai dengan kemampuan manajemen dan serikat pekerja dalam meraih kesepakatan secara konstruktif.
 
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, turut mengapresiasi kehadiran Menaker serta perhatian yang diberikan kepada perusahaan, yang dinilai mampu memberikan motivasi bagi seluruh karyawan.

“Tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, Bridgestone Indonesia mencatatkan prestasi ekspor yang membanggakan. Produk ban dari pabrik di Indonesia telah diekspor ke lebih dari 70 negara, termasuk negara-negara dengan standar tinggi seperti Amerika Serikat, Australia, hingga negara asal Bridgestone, yaitu Jepang. Hal ini membantu membuat Bridgestone Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar ekspor,” ujar Mukiat.

Ia menambahkan bahwa capaian tersebut didukung oleh penerapan prinsip operasional SEQCD yang menjadi fondasi utama perusahaan, meliputi keselamatan, lingkungan, kualitas, biaya, dan pengiriman.

Untuk aspek keselamatan (Safety), perusahaan memastikan perlindungan terhadap pekerja dan fasilitas. Pada aspek lingkungan (Environment), Bridgestone Indonesia Karawang Plant meraih peringkat “Emas” dan Bekasi Plant memperoleh peringkat “Hijau” dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Dari sisi kualitas (Quality), perusahaan mengedepankan filosofi “tires carry life” atau “ban membawa kehidupan”, dengan standar yang disamakan dengan Jepang. Sementara itu, efisiensi biaya (Cost) dan ketepatan pengiriman (Delivery) menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing serta pemenuhan kebutuhan pasar.
 
Direktur HRGA Bridgestone Indonesia, Yunus Triyonggo, menyampaikan bahwa Menaker juga memberikan apresiasi terhadap berbagai inisiatif perusahaan dalam meningkatkan produktivitas, termasuk penerapan filosofi 4P (Policy, People, Process, Product) serta inovasi dalam perbaikan ergonomi di lingkungan kerja.

“Prof. Yassierli menaruh apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif Bridgestone Indonesia yang telah mempraktekkan filosofi 4P (Policy, People, Process, Product) dalam upaya peningkatan produktivitas kerja beserta beberapa contoh inovasi perbaikan ergonomi di tempat kerja, dan beliau mengharapakan bahwa ‘best practice’ tersebut, dapat juga dipelajari dan diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lain di Indonesia,” ujar Yunus.

Editor : Nurismi
#Maturitas #serikat karyawan #manajemen #menteri ketenagakerjaan