Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Menteri Bahlil Sempat Pusing LPG RI Nyaris Habis, Kini Klaim Masa Krisis Akibat Perang Sudah Lewat

Nurismi • Jumat, 10 April 2026 | 05:00 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengecek pangkalan LPG 3 kg di Palmerah, Jakarta, Selasa (4/2/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengecek pangkalan LPG 3 kg di Palmerah, Jakarta, Selasa (4/2/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

BERAU POST - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui sempat kelimpungan masalah gas LPG akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat dengan Iran. Namun, ia menyatakan bahwa kini krisis tersebut sudah berhasil dilewati.

"Alhamdulillah berkat kerja tim, komunikasi yang baik, saya menyampaikan dengan senang hati bahwa masa krisis kita sudah lewat. Masa krisis LPG itu sebenarnya kemarin. Ini saya sampaikan saja jujur," ujarnya dalam sambutan Halal Bihalal di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Rabu (8/4).

Bahlil menerangkan, krisis gas LPG sempat terjadi karena 75 persen gas LPG Indonesia merupakan impor.

"Dari total konsumsi LPG kita 8,5 juta ton, produksi kita itu tidak lebih dari 1,6 juta. Jadi itu yang menjadi impor itu yang bikin saya pusing, tidurnya agak repot," tuturnya.
 
Tanggal 4 April lalu, ia mengatakan bahwa cadangan gas LPG di Indonesia bahkan tidak cukup untuk sepuluh hari.

"Tetapi alhamdulillah kita mampu mengarahkan beberapa kargo kita ya. Negosiasi dengan Jepang dapat, kemudian Australia dan Brunei Darussalam," tuturnya.

"Dan sekarang kapal sudah ada yang masuk dan cadangan kita sekarang sudah di atas 10 hari untuk LPG. Jadi sudah lewat (krisis LPG)," pungkas Bahlil.

Editor : Nurismi
#Menteri ESDM Bahlil Lahadalia #pasokan lpg #Aman