Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Data BPS Januari 2026: Cabai Merah dan Tiket Pesawat Jadi Penyumbang Deflasi Terbesar

Beraupost • Selasa, 3 Februari 2026 | 05:25 WIB
Pedagang merapihkan telur ayam di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022). (Salman Toyibi/Jawa Pos).
Pedagang merapihkan telur ayam di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022). (Salman Toyibi/Jawa Pos).

BERAU POST - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,15 persen secara bulanan (month to month/m-to-m) pada Januari 2026.

Deflasi ini tercermin dari penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026.

"Pada Januari tahun 2026 terjadi deflasi sebesar 0,15 persen secara month to month atau terjadi penurunan indeks harga IHK dari 109,92 pada Desember 2025 menurun menjadi 109,75 pada Januari tahun 2026," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/2).

Lebih rinci ia membeberkan bahwa kelompok pengeluaran yang menjadi penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi 1,03 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,30 persen.

Sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama penurunan harga, terutama cabai merah dengan andil deflasi 0,16 persen, disusul cabai rawit sebesar 0,08 persen, bawang merah sebesar 0,07 persen seiring panen raya, daging ayam ras sebesar 0,05 persen, serta telur ayam ras sebesar 0,03 persen.

Selain pangan, komoditas lain yang turut menyumbang deflasi adalah bensin dan tarif angkutan udara, masing-masing dengan andil 0,03 persen.

Meski demikian, beberapa komoditas masih memberikan tekanan inflasi pada Januari 2026. Emas perhiasan tercatat menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,16 persen, diikuti ikan segar sebesar 0,06 persen, serta tomat sebesar 0,02 persen.

Berdasarkan komponen pembentuk inflasi, Ateng menyebut komponen harga bergejolak atau volatile food menjadi pendorong utama deflasi Januari 2026. Komponen ini mengalami deflasi 1,96 persen dan memberikan andil deflasi terbesar sebesar 0,33 persen.

“Deflasi terutama didorong oleh komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras,” jelasnya.

Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami deflasi 0,32 persen dengan andil 0,06 persen, terutama berasal dari bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota.

"Sedangkan komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, komponen ini memberikan andil inflasi sebesar 0,24 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti yaitu emas perhiasan sewa rumah, sepeda motor dan juga nasi dengan lauknya," tukasnya. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#Januari 2026 #bps #deflasi