Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Satgas Pangan Polri Siap Tindak Tegas Pedagang yang Jual Bahan Pangan di Atas HET Jelang Ramadan

Beraupost • Senin, 26 Januari 2026 | 05:40 WIB
Ilustrasi bahan pangan. (Jawapos.com)
Ilustrasi bahan pangan. (Jawapos.com)

BERAU POST - Pemerintah memastikan harga bahan pangan nasional tetap terkendali menjelang Ramadan. 

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan tidak ada toleransi bagi pedagang yang mematok harga bahan pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP), sesuai kesepakatan dengan para pelaku usaha pangan.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta stabilitas harga bahan pangan nasional dijaga sebaik saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat Menteri Pertanian menekankan pentingnya menjaga harga pangan tetap berada dalam koridor HET dan HAP selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Presiden kemarin senang di Nataru. Aku terima kasih. Ini Presiden kita sangat mengharapkan untuk menjaga harga pangan di bulan suci Ramadan. Kami minta satu minggu, sudah stabil. Berada pada level HAP dan HET,” ujar Amran dalam keterangannya, Minggu (25/1).

Ia juga menegaskan bahwa ada sanksi tegas bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan harga.

Dalam hal ini, jika ada pedagang yang menaikan harga di atas HET akan langsung ditindak oleh Satgas Pangan Polri.

“Tidak ada boleh pengusaha seluruh Indonesia menjual di atas HET. Kalau ada yang menjual di atas HET, Satgas Pangan Polri akan bekerja, bila perlu menindaknya. Tidak ada lagi kesempatan,” tegasnya.

Pemerintah pun telah mengoordinasikan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan distribusi dan harga pangan, sekaligus mengoptimalkan berbagai program intervensi guna menjaga daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi umum secara bulanan pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen, masih dalam kategori aman. Dalam lima tahun terakhir, inflasi Desember selalu berada dibawah 1 persen.

Sementara itu, inflasi pangan (volatile food) juga terjaga. Dalam lima tahun terakhir, inflasi pangan selama Ramadan dan Idulfitri selalu di bawah 3 persen. Terakhir, inflasi pangan tercatat sebesar 2,74 persen pada Desember 2025.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan dua jurus utama menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026.

Yakni, menggencarkan intervensi pangan serta memperketat pengawasan harga agar stabilitas tetap terjaga hingga hari raya.
 

Editor : Nurismi
#idulfitri #bahan pangan #Jelang #ramadan