HARIAN RAKYAT KALTARA — Pergeseran tren industri perhotelan semakin terasa di Kota Tarakan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Meski okupansi kamar diprediksi meningkat, jumlah hotel justru tidak mengalami pertumbuhan berarti.
Bahkan beberapa hotel konvensional memilih menghentikan operasional. Sementara homestay dan guesthouse menunjukkan peningkatan signifikan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Utara Kie Pie menyebut, tahun 2025 hanya terdapat satu hotel baru yang mulai beroperasi, yakni Hotel Gembira.
Di sisi lain, beberapa hotel lain justru tutup seperti Hotel Barito Timur dan Sakura. Tren penutupan hotel serupa juga terjadi tahun sebelumnya, dengan berhentinya operasional Hotel Asia dan Hotel Arini.
“Yang justru bertambah itu homestay dan guesthouse. Jadi ada pergeseran minat tamu. Banyak yang memilih penginapan kecil karena lebih fleksibel dan lebih murah," katanya, belum lama ini.
Kie Pie menjelaskan, peningkatan okupansi pada November dan Desember lebih dipengaruhi agenda pemerintah di akhir tahun ketimbang murni karena hari libur.
Peningkatan jelang Natal biasanya baru terasa pada pertengahan Desember. Meski demikian, menurutnya kapasitas penginapan di Tarakan masih mampu menampung lonjakan tamu selama Nataru.
Ia memastikan kebutuhan kamar masih relatif mencukupi, kecuali pada momentum kegiatan tingkat nasional yang menghadirkan tamu lintas daerah.
“Kalau hari raya seperti Natal dan Tahun Baru lonjakannya pasti bisa terakomodasi. Biasanya yang penuh itu kalau ada event besar seperti Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) atau MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran),” ujarnya.
Kondisi tersebut dinilai harus menjadi perhatian pemerintah dan pelaku usaha. Mengingat pola konsumsi wisatawan dan mobilitas tamu kini mengalami perubahan.
Industri penginapan, menurutnya, perlu menyesuaikan konsep layanan agar tetap relevan di tengah maraknya pilihan penginapan alternatif.
Di sisi lain, PHRI mengapresiasi kegiatan Undian Makan Minum 2025 yang digelar Pemerintah Kota Tarakan. Karena dinilai turut menggerakkan sektor kuliner dan pariwisata.
Kie Pie juga mengingatkan kepada pelaku usaha hotel dan restoran agar disiplin dalam menyetorkan pajak ke pemerintah daerah.
“Saya mengimbau pelaku usaha agar menyetorkan pajak secara jujur dan disiplin. Karena multiplier effect-nya akan kembali ke kita semua,” pesannya. (sas/uno)
Editor : Nurismi