BERAU POST - Pengacara kondang Hotman Paris merasa merugi akibat bunga deposito yang menurun. Hal tersebut direspons langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya meminta Hotman bersabar karena kondisi ini hanya akan terasa dalam jangka pendek.
"Karena uang banyak, bisa banyak, lebih banyak orderan, dan berani bayar lebih tinggi. Jadi, Pak Hotman agak sabar aja dikit," ujar Purbaya dalam Media Briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/9).
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa penurunan bunga deposito memang akan membuat sebagian pihak yang memiliki dana besar merugi.
Namun di sisi lain, hal itu memberi keuntungan bagi pelaku usaha yang tengah membutuhkan pinjaman.
"Kan sudah saya bilang, itu yang saya mau. Sebagian rugi, sebagian untung. Kalau yang minjem kan untung, bunga pinjaman pelan-pelan pasti turun. Kalau yang punya uang ya agak rugi, bunga depositonya turun," jelasnya.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa dampak positif akan lebih terasa dalam jangka panjang.
Dengan turunnya bunga deposito, pemilik modal akan lebih terdorong untuk membelanjakan uangnya sehingga roda ekonomi bergerak lebih cepat.
"Mungkin jangka pendek, dia akan rugi, yang punya uang itu ya. Kalau jangka agak panjangan dikit aja, uang itu akan muter. Orang-orang itu kan punya perusahaan pasti, order naik, income naik. Jangka panjang sedikit, mereka pasti untung termasuk Hotman Paris. Nanti akan banyak order dia kan," tambahnya.
Sebelumnya, pada pekan lalu, Pengacara kondang Hotman Paris mengeluhkan bahwa suku bunga deposito di perbankan mendadak turun.
Tak lama dari kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mengucurkan dana senilai Rp 200 triliun ke bank himbara.
Hal itu diketahui Hotman usai membuka deposito baru di perbankan.
"Halo para penabung di bank, seperti yang aku duga dengan masuknya uang Rp 200 triliun oleh menteri keuangan ke bank-bank pemerintah. Maka, bunga deposito dan tabungan akan turun dan benar hari ini saya buka tabungan deposito, bunga bank sudah turun," ujar Hotman Paris Hutapea dalam unggahan Instagram pribadinya.
"Jadi, Rp 200 triliun yang dimasukkan ke bank-bank pemerintah berakibat bunga bank, menjadi turun. Penghasilan Anda dari deposito dan buku tabungan jadi berkurang. Itulah akibat dari dicairkannya Rp 200 triliun ke bank-bank pemerintah," imbuhnya.
Dia membeberkan dampak itu dirasakan karena bank-bank pemerintah memiliki banyak uang.
Sehingga perbankan, kata Hotman sudah tidak lagi membutuhkan uang masyarakat karena sudah disuntikkan dana oleh pemerintah.
"Karena bank-bank pemerintah banyak duit. Karena kebanyakan duit maka dia enggak butuh lagi duit kamu. Ataupun kalau duit kamu butuh, bunganya dikurangin ... Ini pengorbanan perjuangan atau apa ini?" tutupnya. (jpg/smi)