BERAU POST - PT PLN mengumumkan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di sektor transisi energi mencapai 11.000 orang per tahun.
Untuk itu, pengkaderan dalam bentuk pendidikan dianggap penting dan mampu memenuhi capaian tersebut.
PLN menggandeng Institut Teknologi PLN (ITPLN) guna menyiapkan tenaga kerja melalui kurikulum berbasis energi hijau.
“Ini bagian dari kontribusi kami melalui ITPLN. Kami menyiapkan tenaga kerja yang siap masuk dunia kerja, karena butuh 11.000 per tahun untuk mengisi lowongan kerja di transisi energi,” kata Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto kepada wartawan, Selasa (2/9).
PLN juga berencana menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah SMA unggulan, termasuk SMA Taruna Nusantara.
Langkah ini dilakukan untuk menarik siswa sejak dini agar melanjutkan studi di ITPLN.
Sementara itu, Rektor ITPLN, Iwa Garniwa, menegaskan pihaknya kini fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa.
"Memang ada keterbatasan SDM berkompeten, sehingga kami prioritaskan peningkatan kualitas dan kuantitas lulusan," tuturnya.
Selain itu, PLN menjalankan program ikatan kerja yang tahun ini menerima 109 mahasiswa dari total 5.265 pendaftar.
Peserta yang lolos seleksi berlapis akan langsung diangkat menjadi pegawai PLN. Program ini sudah berlangsung tiga tahun dengan target rekrutmen 250 mahasiswa setiap tahun. (jpg/smi)
Editor : Nurismi