BERAU POST - Komitmen mendorong transisi menuju pelayaran hijau PT Pertamina International Shipping (PIS) konsisten melalukan berbagai inisiatif strategis, yang sesuai standar internasional.
Di antaranya, PIS telah mengimplementasikan teknologi ramah lingkungan, meningkatkan efisiensi energi operasional, serta melakukan peremajaan armada yang memenuhi standar International Maritime Organization (IMO).
"Transisi menuju pelayaran hijau ini adalah bagian dari strategi jangka panjang kami untuk menjadi perusahaan maritim logistik yang lebih berkelanjutan dan kompetitif secara global. Kami juga meyakini pentingnya menjaga keseimbangan antara operasional serta tanggung jawab sosial dan lingkungan demi memberikan lebih banyak manfaat bagi masyarakat," ujar Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita dikutip dari Antara, Jumat (18/7).
Sebagai pelaku utama logistik energi nasional, PIS sebagai Subholding Integrated Marine Logistics PT Pertamina (Persero), juga aktif mengeksplorasi dan menerapkan teknologi berbasis digitalisasi.
Seperti, penggunaan fleet management system dan real-time monitoring untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi karbon.
Selain itu, PIS juga sedang menjajaki pengembangan kapal berbahan bakar rendah emisi, seperti LNG dan biofuel, sebagai bagian dari peta jalan menuju armada kapal yang lebih hijau dan efisien.
Dengan berbagai upaya dan inovasi pelayaran hijau atau green shipping tersebut, PIS meraih penghargaan Anugerah Utama-Sektor Transportasi Logistik: Transisi Menuju Pelayaran Hijau.
Saat ini, separuh lebih dari total kapal yang dioperasikan PIS telah menggunakan biofuel. Sebanyak enam kapal di armada PIS juga telah memanfaatkan LPG dan LNG sebagai bahan bakar alternatif.
Selain itu, 40 kapal di armada PIS telah dilengkapi dengan perangkat hemat energi (energy-saving devices), yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar kapal antara 3-20 persen.
Menurut Vega, PIS juga telah menerapkan pembatasan daya mesin secara menyeluruh dan manajemen pelayaran untuk mengurangi emisi.
"Komitmen ini turut berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon hingga 51.357 ton CO2 atau 47 persen di atas target tahunan," jelasnya.
Atas berbagai inisiatif keberlanjutan tersebut, tambah Vega, PIS memperoleh MSCI ESG Provisional Rating BBB, yang merupakan skor tertinggi dalam industri maritim nasional saat ini.
Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensi PIS dalam menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab lingkungan.
"Dengan menjaga keseimbangan antara performa operasional dan tanggung jawab lingkungan, kami pun optimistis bahwa PIS dapat terus memperkuat peran dalam mendukung visi pemerintah mencapai net zero emissions pada 2060 serta mendorong terciptanya industri maritim nasional yang lebih hijau dan berkelanjutan," sebut Vega. (jpg/smi)