Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Resmi! KUR Tanpa Jaminan Rp100 Juta untuk Pekerja Migran, Dukung Revitalisasi Tebu Rakyat

Beraupost • Jumat, 4 Juli 2025 | 07:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Jawapos.com).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Jawapos.com).

BERAU POST - Pemerintah secara resmi meluncurkan tiga skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru yang akan diberlakukan.

Mulai dari skema KUR sektor Tebu Rakyat, KUR sektor Perumahan, dan KUR sektor Pekerja Migran.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan untuk KUR Tebu Rakyat, pemerintah menyiapkan fasilitas sampai dengan Rp 500 juta. 

Ia memastikan, KUR Tebu Rakyat bisa diberikan kepada individual, kelompok dan bisa juga untuk kelompok maupun perorangan yang memiliki offtaker pabrik gula, termasuk pabrik gula Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

"Dengan demikian maka revitalisasi penanaman replanting daripada tebu diharapkan bisa meningkatkan yield. Karena selama ini bisa dipakai tentunya melebihi daripada umur dari tebu itu sendiri dengan revitalisasi KUR ini bisa diberikan fasilitas, dan ini bisa dijalankan untuk sektor ketahanan pangan ataupun pertanian," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantornya, Kamis (3/7). 

Lebih lanjut untuk KUR Perumahan, Airlangga membeberkan bahwa plafon yang akan diberikan untuk kontraktor Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bisa memperoleh plafon pinjaman dengan mencapai Rp 5 miliar. 

Adapun syaratnya, KUR Perumahan ini hanya akan diberikan kepada kontraktor UMKM yang sesuai dengan kriteria.

Mulai dari memiliki modal sampai dengan Rp 5 miliar dengan turnover penjualan mencapai Rp 50 miliar. 

"Dengan Rp 5 miliar (kontraktor bisa) membangun sebanyak 38 sampai 40 unit dengan tipe 36. Ini waktunya bisa sampai 4 sampai dengan 5 tahun," jelasnya. 

Tak hanya diberikan untuk kontraktor, KUR Perumahan juga ada yang ditujukan bagi perorangan.

Pinjaman ini nantinya, kata Airlangga, bisa digunakan untuk renovasi rumah dengan plafon yang disiapkan mencapai Rp 13 triliun.

Sedangkan untuk KUR perumahan bagi kontraktor plafonnnya menjadi Rp 117 triliun. 

Khusus untuk KUR Perumahan, mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan bahwa untuk sektor konstruksi yang small and medium enterprise akan diberikan fix subsidi bunga sebesar 5 persen.

"Jadi kalau perbankan memberikan contohnya 11 persen, maka kontraktor UMKM bisa membayar 6 persen. Tapi, kalau Bank memberi bunga 12 persen, kontraktor bayarnya 7 persen. Sesuai dengan perbankan masing-masing Himbara maupun swasta," ungkapnya. 

Tak hanya KUR Tebu Rakyat dan KUR Perumahan, Pemerintah juga turut meluncurkan kemudahan kredit bagi para pekerja migran Indonesia.

Airlangga memastikan, KUR yang dapat diperoleh bagi mereka yang sering disebut Pahlawan Devisa diberikan tanpa jaminan apapun dengan nilai pinjaman capai Rp 100 juta. 

Ia menyebut, KUR ini disiapkan agar para Pekerja Migran dapat memanfaatkannya untuk proses kembali kerja ke luar negeri, ataupun pelatihan.

"Pekerja migran bisa mengakses kur tanpa jaminan sebesar Rp100 juta itu bisa digunakan untuk memproses mereka pergi ataupun juga untuk pelatihan," pungkasnya. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#KUR Tebu Rakyat #KUR Sektor Pekerja #kredit usaha rakyat