Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Dirjen Hubla Lantik Pengurus DPP ASDEKI 2023-2028: Sinergi dan Inovasi, Jadi Pilar Ekonomi

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Jumat, 30 Agustus 2024 | 12:30 WIB
PILAR PERDAGANGAN: Ketua Umum ASDEKI Mustofa Kamal Hamka mengibarkan pataka ASDEKI usai dilantik dan dikukuhkan Dirjen Hubla Kemenhub, Capt. Antoni Arif Priadi, di Grand Mercure, Jakarta.
PILAR PERDAGANGAN: Ketua Umum ASDEKI Mustofa Kamal Hamka mengibarkan pataka ASDEKI usai dilantik dan dikukuhkan Dirjen Hubla Kemenhub, Capt. Antoni Arif Priadi, di Grand Mercure, Jakarta.

JAKARTA – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) masa bakti 2023-2028, dilantik dan dikukuhkan Menteri Perhubungan Indonesia melalui Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla), Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc, di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Kamis (29/8).

Mustofa Kamal Hamka yang diberi amanah memimpin DPP ASDEKI, menegaskan komitmen ASDEKI dalam mendukung perekonomian nasional dan global. “ASDEKI selama ini berperan sebagai urat nadi dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional maupun global. Kami berkomitmen mendukung perekonomian nasional dan kelancaran supply chain nasional serta global untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Kamal dalam sambutannya.

Kamal menjelaskan, peran depo kontainer di Indonesia sangat strategis dalam menopang kelancaran arus barang. Serta mendukung program pemerintah dalam mempercepat efisiensi layanan logistik dan implementasi National Logistic Ecosystem (NLE).

“Depo kontainer bukan hanya tempat penyimpanan, tetapi juga vital dalam menjaga efisiensi rantai pasok dari produsen hingga konsumen,” jelasnya.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 83 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Depo Peti Kemas, depo kontainer memiliki berbagai fungsi mulai dari penyimpanan, penumpukan, pembersihan, perawatan, hingga perbaikan peti kemas. Semua aktivitas ini mendukung kelancaran penanganan peti kemas isi maupun kosong.

“Depo kontainer memainkan peran vital sebagai pilar perdagangan, mendukung kelancaran ekspor-impor, dan meningkatkan efisiensi rantai pasok global,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam menjaga keberlangsungan dan efisiensi layanan depo kontainer di masa depan.

Kamal berharap ASDEKI terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kemajuan sistem perdagangan internasional yang semakin terintegrasi. “Kami berharap ASDEKI dapat memberikan revolusi dengan beradaptasi pada perkembangan teknologi dan kemajuan sistem perdagangan internasional yang terintegrasi, demi kelancaran dan efisiensi rantai pasok,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Hubla, Antoni Arif Priadi mengapresiasi peran ASDEKI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung kelancaran arus barang dan logistik. “Depo peti kemas adalah salah satu bagian penting dari layanan logistik yang bersifat door-to-door, di mana peran transportasi sangat krusial,” ujarnya.

Arif juga menekankan pentingnya digitalisasi dan integrasi sistem informasi antara pelaku usaha logistik dengan Kementerian Perhubungan. “Digitalisasi di depo kontainer sangat penting, terutama dalam mendukung program National Logistic Ecosystem (NLE) yang sedang kami jalankan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Hubla menyampaikan ucapan selamat kepada Mustofa Kamal Hamka yang baru dilantik sebagai Ketua Umum DPP ASDEKI periode 2023-2028.

“Di bawah kepemimpinan yang baru, saya berharap ASDEKI dapat terus maju dan menjadi wadah yang mampu menampung aspirasi pengusaha depo peti kemas dalam mendukung efisiensi dan kelancaran logistik nasional,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Ketua ASDEKI Provinsi Kaltim, Nuhgrahi Mawan yang juga dilantik sebagai Wakil Bendahara Umum DPP ASDEKI menambahkan, ASDEKI siap beriring dengan pemerintah dalam menyukseskan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Peran ASDEKI disebutnya sangat vital dalam mengontrol lalu lintas kontainer secara realtime. Selain itu, tantangan global yang dihadapi sekarang merupakan pekerjaan rumah untuk dihadapi secara bersama-sama.

“Ada 3 tantangan global yang harus kita hadapi bersama. Pertama soal fluktuatif nilai tukar rupiah yang tidak stabil. Kemudian, ketidakpastian ekonomi global, dan terakhir konflik geo politik. Ini semua akan berefek ke biaya logistik,” ujarnya.

Diakui pria yang akrab disapa Ahong ini, DPD ASDEKI Kaltim di bawah kepemimpinannya, merupakan kepengurusan pertama di Kaltim. Pihaknya pun sudah merapatkan barisan guna meningkatkan kinerja arus barang, dan mengevaluasi segala kekurangan yang terjadi sebelumnya.

“Terutama kaitan dengan IKN. Karena ASDEKI harus mendukung IKN. Mengontrol arus kontainer keluar-masuk Kaltim,” ungkapnya.

Ditambahkan, turun-naiknya nilai tukar mata uang sangat mempengaruhi perekonomian global. “Makanya kita harus bersama-sama mencari solusinya, agar kita bisa bertahan menghadapi persoalan ekonomi global ini,” jelasnya.

“Contoh, perang Rusia-Ukraina, sangat mempengaruhi perekonomian global. Nilai tukar rupiah jadi tidak stabil karena geo politik ini,” sambungnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar ASDEKI bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah, sehingga bisa menghadapi tantangan serta mengontrol depo kontainer termasuk penetapan tarif, yang dilindungi oleh payung hukum yang berlaku di Indonesia.

“Semoga ASDEKI tetap solid dan bisa membawa perubahan yang lebih baik lagi,” harapnya. (udi/arp)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#NLE #ekonomi #ASDEKI