Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Permintaan Mulai Meningkat, Harga Daging Sapi Mulai Naik di PSAD

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Rabu, 21 Februari 2024 | 05:00 WIB
HARGA DAGING: Jelang Ramadan permintaan masyarakat akan daging sapi mulai meningkat.
HARGA DAGING: Jelang Ramadan permintaan masyarakat akan daging sapi mulai meningkat.

TANJUNG REDEB – Tiga pekan menjelang Ramadan 1445 Hijriah, permintaan terhadap daging sapi dari luar daerah di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) Berau mulai meningkat. Sementara harganya pun masih stabil.

Salah seorang pedagang daging sapi di PSAD, Nadia menyebut, harga daging sapi luar daerah masih dalam batas normal sejak awal tahun 2024. Adapun kenaikan yang terjadi hanya berbeda Rp 10 ribu saja, menjadi Rp 140 ribu per kg.

“Sekarang masih stabil. Kalaupun naik tidak ada lonjakan harga yang terlalu tinggi,” ungkapnya.

Sejauh ini, dirinya mengambil pasokan daging sapi dari Balikpapan. Permintaan masyarakat pun mulai ramai untuk stok. Begitu pula dengan harganya.

“Tapi biasanya kalau menjelang Ramadan permintaan mulai naik,” ucapnya.

Lanjutnya, daging sapi lokal harganya jauh lebih mahal dibandingkan dari luar daerah. Jika normalnya di harga Rp 170 ribu per kg, bisa naik mencapai Rp 190-200 ribu per kg.

Ia menyebut, naiknya harga daging juga dipengaruhi harga pasokan sapi dari peternak. Sehingga, mereka juga harus mengikuti harga pasarnya.

“Yang lokal biasanya memang jauh lebih mahal harganya. Apalagi menjelang hari-hari besar,” terangnya.

Di sisi lain, harga daging ayam saat ini masih stabil di harga Rp 40 ribu per kg. Setelah sempat naik pada awal tahun baru 2024 yang mencapai Rp 42 ribu per kg.

“Setelah tahun baru, harga ayam stabil di angka Rp 40 ribu per kg. Ada penurunan harga pun tidak terlalu jauh,” ungkap salah seorang penjual ayam di PSAD, Reza.

Biasanya, kata dia, beberapa hari sebelum Ramadan harga ayam akan turun. Permintaan masyarakat akan kembali meningkat sepekan menjelang lebaran. Yang membuat harga ayam akan pun kembali naik.

“Permintaan saat ini masih normal saja. Alhamdulillah yang saya jual selalu habis,” kata Reza.

Ia mengambil pasokan ayam lokal dari Kecamatan Tanjung Redeb. Tak hanya mengambil di satu peternak saja, jika kurang akan mengambil dari kecamatan terdekat lainnya. Dalam sehari Dia mampu menjual sekitar 250-300 ekor ayam potong.

“Kadang ambil 200 ekor dari peternak. Kurangnya ngambil dari peternak lain,” pungkasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Perusahaan (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau, Muhammad Mukhlis menuturkan, stok daging Bulog masih cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat hingga akhir Ramadan. Ada dua jenis yang tersedia, yakni daging sapi 500 kg dan kerbau 3 ton.

Harganya juga berbeda, antara sapi dan kerbau lebih mahal sapi. Adapun daging sapi dijual seharga Rp 115-120 ribu per kg. Sedangkan, daging kerbau sebesar Rp 85 ribu per kg. Itu ditetapkan tergantung pengambilannya.

Diakuinya, permintaan daging saat ini juga mulai meningkat. Jika sebelumnya rata-rata per orang hanya mengambil sebanyak 2 kg.

“Kalau sebelumnya normal saja tapi ini ada yang langsung beli 20 kg. Mungkin juga untuk stok di rumah,” tuturnya.

Diperkirakan stok daging sapi maupun kerbau masih cukup hingga akhir Ramadan. Pihaknya juga belum ada rencana penambahan stok. Lantaran masih fokus dengan penyaluran bantuan beras Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Untuk sekarang daging hanya ready di kantor Bulog. Pembeli juga lebih suka belanja ke sini,” pungkasnya. (*/aja/arp)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#harga #psad #daging #ramadan