BERAU POST - Sebanyak 433 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Bontang berpeluang mendapat bantuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan pada 2027. Program ini disiapkan untuk membantu warga yang belum terakomodasi anggaran pemerintah daerah.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan, keterlibatan dunia usaha diperlukan untuk memperluas jangkauan pembangunan, terutama pada sektor yang membutuhkan dukungan tambahan.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Forum TJSL Perusahaan di Ruang Rapat Utama Lantai 2 Kantor Wali Kota Bontang, Rabu (14/10).
“TJSL jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menghasilkan manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Untuk merealisasikan bantuan RTLH, Agus haris meminta instansi terkait menyiapkan data calon penerima secara lengkap, termasuk alamat dan dokumentasi kondisi rumah.
"Data itu akan menjadi acuan bagi perusahaan dalam menentukan calon penerima bantuan," timpalnya.
Selain itu, perusahaan juga diberi kesempatan melakukan survei langsung ke lapangan, agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga.
Tak hanya perbaikan rumah, Pemkot juga menetapkan enam sektor prioritas TJSL 2027, yakni pengentasan kemiskinan, penanganan pengangguran, pemberdayaan UMKM, peningkatan kesehatan, pendidikan, serta penanganan sampah dan lingkungan. Dukungan infrastruktur juga dapat dipertimbangkan sesuai kapasitas perusahaan.
"Nanti akan kami agendakan pertemuan lanjutan dalam dua atau tiga minggu ke depan untuk menyusun daftar program yang siap dilaksanakan," tandasnya.(adv/arp)
Editor : Nurismi