BERAU POST – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang meminta perusahaan menyampaikan data pelatihan dan proyeksi kebutuhan tenaga kerja, untuk menyelaraskan peningkatan kompetensi masyarakat dengan kebutuhan industri.
Langkah itu menjadi salah satu fokus sinergi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan pada 2027.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan, program TJSL Forum tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan pembentukan Forum TJSL yang dipimpin Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni pada 21 Agustus 2026 lalu.
Ia menjelaskan, program TJSL harus dirancang secara terarah agar kontribusi dunia usaha tidak sekadar menjadi kegiatan formalitas, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
“TJSL jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menghasilkan manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya, dalam Rapat Kerja Forum TJSL Perusahaan yang dipimpin Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, Rabu (14/10).
Agus Haris menjelaskan, dalam sektor ketenagakerjaan, perusahaan diminta menyerahkan rincian pelatihan yang telah dilaksanakan kepada Dinas Ketenagakerjaan.
“Data itu diperlukan untuk memetakan kompetensi tenaga kerja lokal sekaligus mencegah pelatihan berulang bagi peserta yang sama,” timpalnya.
Tak hanya itu, dirinya juga mendorong perusahaan agar rutin menyampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja, agar program peningkatan keterampilan yang disusun pemerintah sesuai dengan kebutuhan riil industri.
“Seluruh bentuk kontribusi perusahaan akan didokumentasikan dan dipublikasikan secara resmi untuk menjaga transparansi serta memberikan apresiasi kepada pihak yang berpartisipasi,” tandasnya.(adv/arp)
Editor : Nurismi