Jaga Daya Beli Warga, Pemkot Bontang Gelar Gerakan Pangan Murah di PPI Tanjung Limau

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 09:30 WIB
PANGAN MURAH: Gerakan Pangan Murah di PPI Tanjung Limau dengan menyediakan beras SPHP, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga terjangkau, Rabu (14/10).  (FIRMAN UNTUK BERAU POST)
PANGAN MURAH: Gerakan Pangan Murah di PPI Tanjung Limau dengan menyediakan beras SPHP, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga terjangkau, Rabu (14/10).  (FIRMAN UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Bontang terus berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tanjung Limau, Rabu (14/10). 

Dalam kegiatan ini, sebanyak 900 sak beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual dengan harga Rp 60 ribu per sak.

Selain beras, GPM juga menyediakan Minyak Kita seharga Rp 15.500 per liter serta telur lokal, dengan potongan harga hingga 14 persen dibandingkan harga pasar. 

Berbagai komoditas kebutuhan pokok lainnya turut ditawarkan untuk memberikan pilihan belanja yang lebih ekonomis bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program ini sekaligus memeriahkan HUT ke-27 Kota Bontang dan menyambut Hari Pangan Nasional.

Wali Kota Bontang, eni Moerniaeni melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia, Lukman menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan pangan dengan harga yang dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia.

“Pemerintah terus mendorong penguatan sinergi bersama mitra pangan, pengawasan harga secara berkala, serta optimalisasi dukungan terhadap produk-produk lokal,” ujar Lukman.

Melalui program ini, Pemkot Bontang berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga, distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar, serta daya beli masyarakat tetap terlindungi. 

“Keterlibatan berbagai pihak juga sangat penting agar upaya menjaga ketahanan pangan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan,” timpalnya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Bontang, Syawaluddin menjelaskan, pelaksanaan program ini melibatkan sejumlah mitra, di antaranya Perum Bulog, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur, distributor, petani, peternak, dan pelaku usaha lokal.

“Kolaborasi ini diharapkan memperkuat rantai pasok dan kelancaran distribusi pangan,” tuturnya. 

“Pemerintah juga memberikan subsidi biaya distribusi melalui APBD untuk lima ton komoditas guna menekan harga di masyarakat,” tambahnya.(adv/arp) 

 

Editor : Nurismi
DKP3 Bontang gerakan pangan murah