BERAU POST - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendorong terciptanya ruang digital yang aman bagi anak melalui peluncuran website SATRIA (Saatnya Terhubung, Informatif, dan Ramah Anak), Selasa (6/10).
Platform tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses anak terhadap informasi dan edukasi. Sesuai dengan kebutuhan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
SATRIA dapat diakses melalui satria.bontangkota.go.id. Platform ini diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang dengan dukungan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Kaltim Nusa Indonesia (KNI).
Sejumlah fitur disiapkan dalam platform tersebut, mulai dari literasi digital, perlindungan data pribadi, pendampingan kesehatan mental, hingga ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, perlindungan anak di era digital tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
Keluarga, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran yang sama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Mari kita berkolaborasi untuk mewujudkan Bontang sebagai Kota Layak Anak,” ujar Neni.
Ia juga mengingatkan, pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital.
Pengawasan tersebut, kata Neni, perlu disertai pembentukan karakter agar anak mampu menggunakan teknologi secara bijak.
“Para orang tua tidak hanya berperan penting dalam mengawasi anak dalam penggunaan gadget, tetapi juga membekali anak dengan nilai agama, etika, dan empati dalam kehidupan sehari-hari,” timpalnya.
Dirinya berharap SATRIA tidak berhenti sebagai inovasi berbasis teknologi, tetapi dapat menjadi sarana edukasi yang memberikan manfaat langsung bagi anak dan masyarakat. Keberadaan platform tersebut juga diharapkan memperkuat upaya Bontang menuju Kota Layak Anak.
Sementara itu, Site Manager PT KNI, Budi Santosa mengatakan, pihaknya mengapresiasi kesempatan untuk terlibat dalam program yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak.
“Kami bangga dapat berkontribusi dalam program yang mendukung pemenuhan hak dan tumbuh kembang anak di Kota Bontang,” kata Budi.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Kota Bontang, Bahtiar Mabe menjelaskan, peluncuran SATRIA menjadi bagian dari pengenalan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat perlindungan anak.
Kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai unsur masyarakat. Sekitar 300 peserta hadir, mulai dari pelajar, Dharma Wanita Persatuan (DWP), camat, lurah, hingga unsur lainnya.
“Peserta yang hadir sekitar 300 orang, terdiri dari pelajar, DWP, camat, lurah, dan unsur lainnya,” jelas Bahtiar.
Ia menyebut SATRIA dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Platform tersebut diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi dan edukasi yang mudah diakses oleh anak maupun masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, keluarga, dan masyarakat juga menjadi faktor penting agar pemanfaatan SATRIA dapat berjalan secara berkelanjutan,” imbuhnya.(adv/arp)
Editor : Nurismi