Pemkot Bontang Dorong Rekrutmen Guru Tak Hanya Setahun Sekali

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 15:15 WIB
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berencana mengusulkan rekrutmen tenaga guru dapat dilakukan lebih fleksibel sesuai kebutuhan daerah, sebagai upaya mengantisipasi kekurangan guru dan pensiunnya tenaga pendidik ASN, Selasa (22/9/2026)
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berencana mengusulkan rekrutmen tenaga guru dapat dilakukan lebih fleksibel sesuai kebutuhan daerah, sebagai upaya mengantisipasi kekurangan guru dan pensiunnya tenaga pendidik ASN, Selasa (22/9/2026)
.

BERAU POST - Pemerintah Kota Bontang mendorong agar pola rekrutmen tenaga guru yang lebih fleksibel untuk menjawab kebutuhan tenaga pendidik di daerah.

Langkah ini dinilai penting mengingat kebutuhan guru sewaktu-waktu diperlukan. Sementara rekrutmen ASN selama ini umumnya mengikuti jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, pemerintah daerah telah mengusulkan agar pengajuan formasi tenaga guru dapat dilakukan sesuai kebutuhan, tanpa harus menunggu pembukaan rekrutmen pada periode tertentu.

“Iya, makanya kemarin itu kita usulkan kalau bisa rekrutmennya tidak setahun sekali. Kalau kita butuh, kita lakukan pengajuan formasi, kemudian kita bisa melakukan tes,” ujar Neni, Selasa (22/9/2026) lalu.

Menurutnya, mekanisme rekrutmen yang hanya berlangsung setahun sekali membuat pemerintah daerah harus menunggu ketika terjadi kekurangan tenaga pendidik. Padahal, kebutuhan tersebut dapat meningkat seiring dengan adanya guru ASN yang memasuki masa pensiun.

“Kita sebetulnya menginginkan kapan Kita butuh, Kita lakukan pengajuan formasi,” jelasnya.

Neni menyebut, saat ini persoalan kekurangan guru juga menjadi perhatian Pemkot Bontang. Untuk membantu memenuhi kebutuhan pembelajaran, pemerintah daerah telah menggunakan tenaga guru pengganti.

“Hampir 70-an lebih, sekarang sudah ada guru pengganti dan ke depannya mungkin Kita akan membuka untuk ASN karena banyak memang guru-guru ASN yang pensiun,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Bontang terus mendorong pemerintah pusat agar kebutuhan formasi tenaga pendidik dapat disesuaikan dengan kondisi riil di daerah.

Neni menilai, fleksibilitas dalam pengajuan formasi akan membantu pemerintah daerah merespons kebutuhan tenaga guru secara lebih cepat. Dengan demikian, kekosongan guru dapat diminimalkan dan keberlangsungan proses belajar mengajar tetap terjaga.

Pemkot Bontang juga akan terus memantau kebutuhan tenaga pendidik di setiap satuan pendidikan sebagai bahan dalam penyusunan usulan formasi ASN berikutnya.

"Ini jadi bagian komitmen Kami Pemkot Bontang dalam memperkuat sektor pendidikan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan layanan pendidikan yang berkesinambungan," tandasnya.

Editor : Nurismi
asn guru Rekruitmen pemkot bontang