TIGA hari ini, di media sosial ramai membicarakan soal Pulau Bali. Ada tokoh masyarakat Bali yang mengait-ngaitkan kunjungan wisata dengan isi dompet.
Bukan itu saja. Sang tokoh juga menyebut-nyebut antara wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Jadi, kalau tidak punya uang banyak, tidak usah ke Bali, cukup mencari destinasi yang lain saja, kira-kira begitu ucapan sang tokoh Bali.
Saya juga pernah beberapa kali berkunjung ke Bali. Bermalam di hotel bintang lima. Mengunjungi semua tempat berbelanja. Mengunjungi tempat makan di tepi laut itu. Biasa saja. Tak ada yang terlalu istimewa.
Yakinlah, siapa pun yang berkunjung ke pulau dewata iu, pasti sudah mengkalkulasi keuangan mereka. Sudah menghitung semua kebutuhan selama liburan. Sudah mengatur apa saja yang akan di belanja selama liburan.
Lalu, disebut-sebutlah. Seolah-olah wisatawan nusantara tidak punya kebiasaan memberi tips. Kata tokoh Bali itu, beda dengan wisatawan mancanegara yang terbiasa dengan memberi tips.
Masa urusan tips jua dipersoalkan. Biasa saja itu. Tergantung urangnya. Handak membari. Handak kada, begitu kata teman saya.
Saya juga pernah memberi tips. Ketika asyik-asyiknya menikmati ikan bakar di Jimbaran, lalu ada kelompok pemusik. Selesai dua atau tiga lagu, saya dan teman-teman memberi tips. Santai saja.
Apalagi sekarang. Ketika mengunjungi tempat penjualan oleh-oleh seperti di Krisna, sekarang kan bayarnya pakai Qris. Tak ada lagi urusan tips itu. Termasuki di tempat makan atau kafe lainnya.
Yang saya protes itu, ketika sang tokoh menyebut seolah-olah kalau uangnya tidak banyak, pilih saja destinasi lain. Ini yang saya protes dalam hati.
Makanya, saya pun bergumam. Kalau hanya ingin menikmati laut dan pemandangan bawah laut. Yaa, sebaiknya ke Berau saja.
Berau juga menawarkan keindahan. Menawarkan ketenangan. Menawarkan keteduhan. Bebas anda nikmati tanpa harus ada kalimat tips.
Ayo ke Berau saja. Itu tagline saya. Soal biaya perjalanan ke Berau, kan bisa dihitung. Berapa biaya tiket pesawat berangkat dan kembali, kalau domisili di luar Kaltim? Biaya angkutan laut ke Pulau Maratua dan Derawan. Dan biaya menginap.
Warga di destinasi wisata tak pernah mempersoalkan soal tips wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Datanglah dan nikmatilah keindahannya. (*/sam)
@daengsikra.id