ADA kasus di satu daerah wisata, di mana didapatkan wisatawan mancanegara melakukan penembakan jenis biota laut yang dilarang. Kasus itu pun merembet hingga ke Berau.
Sebagai langkah antisipasi, agar kasus yang tejadi di daerah tersebut tidak terjadi di Berau. Buat sementara melarang penggunaan speargun ilegal bagi wisatawan.
Makanya, ketika berteu Pak Yudha, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata kemarin, dia menyebutkan akan menjalankan sesuai perintah bupati. Tak boleh gunakan speargun ilegal, kata Yudha.
Urusan menembalk ikan di laut sebetulnya sudah lama berlangsung. Terutama dilakukan oleh personel resor. Tujuannya hasil menembak ikan itu untuk dikonsumsi para tamu yang menginap di tempat mereka.J
Jenis ikan sesuai permintaan wisatawan, kata teman yang sering melakukan penyelaman dan menembak ikan. Mereka yang nota bene bekerja di resor atau warga biasa, sudah bisa memilih jenis ikan mana saja yang dibolehkan ditembak. Kan ada daftar dan jenis ikan yang dilindungi, ungkapnya.
Lagipula, ketika akan melakukan penembakan di laut mereka memilih tempat yang jauh dari lokasi penyelaman bawah laut. Ada kawasan yang suda ditentukan untuk speagun, ungkapnya.
Ada juga untuk memenuhi pemintaan wisatawan untuk konsumsi ikan, biasanya dilakukan pemancing. Tapi memancing butuh waktu dan cuaca. Kalau speargun kan cepat.
Tidak mengenal cuaca.
Sepertinya perlu ada aturan khusus, dalam ruang gerak wisatawan dalam melakukan penangkapan ikan dengan cara speargun.
Sebab ikan yang berada di dasar laut merupakan bagian dari atraksi yang ditonton wisatawan. Terutama jenis ikan yang ada di titik penyelaman bawah laut.
Sehingga, bila speargun diperbolehkan harus ada aturan khusus. Mulai dari wilayah penangkapan dan berapa banyak serta jenis ikan yang diperbolehkan untuk dtangkat dengan cara ditembak.
Diakui, ada saja kelompok wisatawan yang memiliki kebiasaan untuk menangkap ikan dengan menggunakan speargun.
Dan itu baru berkembang di daerah wisata Berau. Jadi kalau juga larangan menggunakan speargun ilegal sudah dicabut, perlu ditentukan berapa mil dari lokasi penyelaman yang diperbolehkan.
Dan resor harus punya aturan main sendiri. Misalnya dengan melakukan pendampingan ataupun memberi petunjuk sebelum kelaut. Jangan sehajar-hajarnya.
Dalam catatan saya. Hampir semua resor maupun warga di pulau punya peralatan speargun. Dalam memenuhi konsumsi ikan bagi tamu resor, mereka yang ditugaskan itulah kelaut menembak ikan sesuai dengan kebutuhan.
Misalnya hanya jenis ikan tenggiri, kakap, dan ikan kerapu. Sementara jenis yang dilarang seperti ikan napoleon, dilarang untuk ditangkap. (*/sam)
@daengsikra.id